SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.
Warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), memprotes Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait rusaknya jalan Trans Sulawesi di desa mereka dengan cara menanami pohon pisang di tengah jalan.
Penanaman pohon pisang itu sebagai tanda protes masyarakat akibat banyak pengendara motor jatuh karena banyak lubang disepanjang jalan Trans Sulawesi terutama di wilayah Kecamatan Sabbang Selatan.
Bahkan dampak dari rusaknya jalan tersebut menyebabkan mobil milik Staf Humas Setda Lutra, Lukman Hamarong mengalami kerusakan kaca spion samping kanan akibat disambar pengendara motor yang terjatuh.
Kejadian itu membuat warga Desa Kampung Baru memprotes Pemerintah Provinsi Sulsel dengan menanami pohon pisang di lubang menganga yang ada di tengah jalan tersebut.
Sementara Kepala Desa Kampung Baru Mardianto mengatakan, sebelumnya di lubang tersebut sudah banyak korban yang jatuh. Ada yang patah, luka lecet dan rata-rata motor mengalami kerusakan. "Atas kejadian-kejadian itulah sehingga masyarakat saya memprotes pemerintah dengan menanam pohon pisang di ruas jalan Trans Sulawesi di Desa yang saya pimpin," tutur Mardianto.
Kepala Desa Kampung Baru, Mardianto menjelaskan, penanaman pohon pisang yang dilakukan warganya merupakan bentuk protes atas janji pemerintah terkait perbaikan jalan yang tak kunjung dilakukan.
"Jadi penanaman pohon pisang itu hanya merupakan salah satu reaksi warga yang protes atas kondisi jalan, karena sering kali terjadi kecelakaan di lubang jalan itu," tandasnya. (yustus)