SOROTMAKASSAR -- Selayar.
Proyek pekerjaan jalan wisata dan pembangunan Home Stay di Desa Rajuni, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar TA 2018, hingga saat ini masih menuai persoalan dan diduga bermasalah.
Sebab proyek bantuan pemerintah pusat bernilai ratusan juta rupiah ini belum selesai dikerjakan dan bahkan belum dimanfaatkan, padahal anggaran proyek ini telah selesai 100%.
Sumber yang layak dipercaya namun namanya tidak mau dipublikasikan menjelaskan, masih banyak pekerja juga yang belum mendapatkan upah kerjanya, malah disebutkan kalau sebagian dari anggaran proyek ini telah dinikmati oleh oknum di kantor Pemdes Selayar.
Sementara itu Rusli, Kepala Desa Rajuni yang dikonfirmasi lewat telepon selularnya Rabu (24/07/2019) terkait hal ini, membenarkan belum selesainya proyek pembangunan Home Stay didesanya.
Rusli menjawab bahwa beberapa item pekerjaan belum rampung, diantaranya plafon dan pintu, sementara bahannya sudah ada. Sedangkan untuk jalan wisata telah selesai meski belum dimanfaatkan.
Ditanya mengenai anggaran yang dipergunakan, Ia mempersilahkan menyakan kepada seseorang bernama Sua'. "Tanyakan ke pak Sua’ yang lebih tahu," ceplos Rusli dari balik telepon.
Lokasi pembangunan Home Stay ini berada di Dusun Rajuni Selatan dan diakuinya pengerjaannya terlambat selesai.
Menurut Kepala Desa Rajuni ini, pekerjaan proyek ini terlambat karena diserahkan kepada oknum pejabat pemdes dan biayanya sebagian tidak disalurkan ke pengelola maupun pelaksana kegiatan. Rusli juga menegaskan bahwa dirinya tidak dapat apa-apa dari kegiatan ini.
Dikonfirmasi terpisah, Suaide yang namanya disebut-sebut banyak tahu oleh Kepala Desa Rajuni, menjelaskan kepada awak media bahwa proyek tersebut dianggarkan sekitar 500 juta rupiah lebih pada tahun anggaran 2018 lalu.
Dilaksanakan secara swakelola dan bertahap.
Dimana pada tahap pertama pencairannya sebanyak 70% dari total anggaran telah menyelesaikan jalan wisata selanjutnya juga menyelesaikan sebagian besar pekerjaan Home Stay.
Selesai pekerjaan jalan wisata dan Home Stay juga rampung 99%, sedikit sekali yang belum selesai, tinggal plafon dan pintu. Cuma diakuinya bahwa masih ada bengkalaian pada upah tukang yang belum dibayarkan.
"Anggarannya telah cair 100%, dimana 30% atau sekitar Rp 160 juta anggaran tersebut dicairkan oleh pejabat desa," terang Suaide kepada beberapa awak media yang bertugas didaerah ini, di pelataran warkop Ex Cartenz pada Kamis (25/07/2019).
Sebelumnya telah ada kesepakatan antara tukang, Kades dan Kadis namun sampai saat ini kesepakatan tersebut belum terpenuhi.
Hinga saat ini belum ada kejelasan atas polemik proyek ini, sementara para pekerja dan pengangkut materil berharap upah mereka dibayarkan.
Informasi lainnya yang diterima, bahwa kegiatan yang dibangun untuk menunjang kegiatan wisata di daerah ini, belum dapat dimanfaatkan. (UH)