SOROTMAKASSAR -- Sinjai.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai dr. A. Suryanto Asapa membuka Rapat Monitoring dan Evaluasi Program Kesehatan Jiwa di Aula Dinas Kesehatan Sinjai, Senin (22/07/2019).
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2 PTM) dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Sinjai, Sitti Fatimah mengatakan, rapat ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap program kesehatan jiwa pada seluruh Puskesmas untuk periode bulan Januari hingga Juni 2019.

Berdasarkan data, penemuan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat dari periode Januari hingga Juni 2019 untuk 16 puskesmas sebanyak 291 orang dari target 557 orang atau hanya mencapai 52,2 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Sinjai dr. A. Suryanto Asapa menuturkan, penyakit gangguan jiwa akan semakin berkembang di Sinjai sebab kasus lama yang sudah ditangani di Rumah Sakit Jiwa akan dikembalikan ke orang tua masing-masing sehinnga hal ini menjadi tanggung jawab puskesmas.
"Jadi ini memang berat karena menyangkut rehabilitasinya setelah melakukan pengobatan di Rumah sakit Jiwa," katanya.
Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan data yang ada penemuan kasus gangguan jiwa ini diluar dari ODGJ yang berkeliaran disepanjang jalan sehingga hal ini perlu menjadi perhatian dari seluruh pihak.
Bukan hanya itu, temuan gangguan napza di seluruh puskesmas tidak ada alias nihil namun kenyataannya di Sinjai banyak yang mengalami gangguan kesehatan ini.
"Jadi perlu ada kerjasama dan koordinasi antar lintas sektor untuk menemukan kasus gangguan napza seperti Kepolisian dan Rumah Tahanan," tambahnya.
Selain itu dr. Dedeth sapaan Kadis Kesehatan Sinjai berharap tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas dapat mencetuskan inovasi untuk melakukan penemuan kasus kesehatan jiwa. (AaN)