Pentahbisan Gedung Gereja Protestan Toraja Jemaat Ebenhaezer Nusa di Kelurahan Marobo


SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.

Pentahbisan Gedung Gereja Protestan Toraja Jemaat Ebenhaezer Nusa di Kelurahan Marobo, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, merupakan saksi dan bukti persaudaraan dan persekutuan umat. 


Hal ini dikatakan Pdt Palajukan yang pernah membimbing jemaat Ebenhaezer Nusa dan sekarang di Jemaat Rantepasang, kepada media ini usai acara, Kamis (04/07/2019) sore.

Palajukan menyebutkan, sejatinya Gereja bukan saja merupakan sebuah bangunan fisik, tetapi Gereja yang sejati adalah persekutuan umat beriman yang makin bertumbuh dalam kasih dan kebenaran, sumber inspirasi pembangunan peradaban umat kristen daerah Luwu Utara serta bangsa dan negara tercinta ini.

“Kiranya dengan diresmikan gedung Gereja ini, umat semakin maju dan berkembang dalam melaksanakan misi untuk menghadirkan kebaikan, kesejahteraan, keadilan dan perdamaian kepada seluruh ciptaan Tuhan,” ujar Pdt Palajukan.

Dikatakan, Luwu Utara dikenal sebagai wilayah yang beragam baik suku, agama maupun budayanya. Keragaman itu merupakan anugerah Tuhan yang senantiasa harus dikelola untuk kebaikan bersama.

Apalagi menurutnya, Klasis Rongkong Sabbang Baebunta merupakan miniatur Indonesia dan laboratorium kerukunan antar umat beragama. Oleh sebab itu, semangat kerjasama antar agama harus terus digemakan dari waktu ke waktu, dan menjadi salah satu identitas kultural masyarakat Sabbang-Baebunta di Luwu Utara.

Oleh karena itu, pentahbisan gedung Gereja Ebenhaezer Nusa ini merupakan, representasi dari kebersamaan, kerjasama dan kerja keras yang dijiwai kegotong-royongan jemaat Gereja Protestan Toraja Ebenhaezer selama ini.

Palajukan berharap hadirnya gedung Gereja Ebenhaezer Nusa ini, dapat digunakan secara maksimal terutama bagi penyelenggaraan aktivitas kerohanian jemaat Ebenhaezer Nusa.

Sementara itu Pdt Huldayanti STh yang bertugas di Jemaat Ebenhaezer Nusa, juga mengimbau agar pentahbisan gedung Gereja ini harus selalu terbuka bagi setiap aktivitas pembelajaran yang lebih praktis dan kontekstual bagi jemaat.

“Selain berfungsi sebagai tempat peribadahan jemaat, pentahbisan gedung Gereja ini, juga nantinya dapat diharapkan difungsikan untuk membantu pemerintah dalam membahas persoalan-persoalan yang menyadarkan masyarakat dalam jemaat,” pinta Huldayanti. 

Dirinya menaruh harapan kiranya pada gedung Gereja ini, umat akan makin khusuk dalam membangun relasi dengan Tuhan dan mengalami damai sejahtera dalam ziarah di dunia ini, umat makin maju dan berkembang serta selaras. (yustus)