Tujuh Wartawan Terbaik Parepare Resmi Perkuat Kepengurusan PWI Sulsel 2026–2031

SOROTMAKASSAR - PAREPARE.

Kota Parepare kembali mengukir tinta emas dalam panggung pers Sulawesi Selatan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perjalanan organisasi wartawan lokal, sebanyak tujuh anggota PWI Kota Parepare dipercaya menduduki jajaran pengurus PWI Sulsel periode 2026–2031.

Pencapaian ini menjadi rekor terbanyak sepanjang sejarah, sekaligus mempertegas dominasi Parepare sebagai salah satu barometer utama kekuatan pers di Sulawesi Selatan.

Saat ini, PWI Parepare menaungi sekitar 70 wartawan aktif yang terbagi atas 40 anggota muda dan 30 anggota biasa. Dari deretan nama tersebut, tujuh di antaranya sukses menembus struktur kepengurusan di tingkat provinsi.

Wakil Ketua PWI Parepare, Awalludin, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian berharga ini. “Ini menjadi bukti nyata bahwa kapasitas anggota kita telah diakui secara luas. Parepare kini bukan lagi sebatas penonton, melainkan turut memegang kendali dalam menentukan arah kebijakan PWI Sulsel,” tegasnya.

Adapun jurnalis yang dipercaya memperkuat jajaran kepengurusan provinsi tersebut antara lain:

* Ibrahim Manisi – Anggota Dewan Penasehat
* Ade Cahyadi – Wakil Ketua Bidang Pengelolaan Aset
* Abdul Razak Arsyad – Wakil Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum
* Takdir Abduh – Anggota Seksi Bidang Kerjasama
* M. Nur Halim – Anggota Seksi Bidang Multimedia & IT
* Samiruddin – Anggota Seksi Bidang Hukum
* Rusli Amrullah – Anggota PWI Peduli

Keterlibatan mereka tidak sekadar pelengkap struktur, melainkan wujud keterwakilan nyata bahwa Parepare memiliki kader jurnalis berkualitas yang siap mengabdi di level provinsi. Salah satu jurnalis yang masuk pengurus harian, Ade Cahyadi, mengungkapkan bahwa amanah ini membawa tanggung jawab yang tidak ringan.

“Ini bukan sekadar formalitas jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk mengelola aset organisasi serta memastikan PWI Sulsel berdiri kokoh sebagai rumah bersama para insan pers. Kami ingin menunjukkan kontribusi nyata, bukan sekadar nama di atas kertas,” ungkapnya.

Ade menambahkan, masuknya tujuh utusan dari Parepare membuktikan bahwa dinamika pers di daerah kecil sanggup memancarkan pengaruh yang besar. “Kami berkomitmen untuk bekerja penuh integritas, transparansi, serta semangat kebersamaan. Kami berharap PWI Sulsel di bawah kepemimpinan Pak Suwardi Thahir dapat terus berkembang, lebih responsif membela anggotanya, dan semakin solid dalam menjaga marwah profesi wartawan,” jelasnya.

Awalludin juga menaruh harapan besar pada kepemimpinan H. Suwardi Thahir yang dijadwalkan melantik jajaran pengurus baru secara resmi pada Sabtu, 17 Oktober 2026 di Hotel Claro Makassar. Ia optimis kepengurusan baru ini mampu memimpin pers daerah ke arah yang lebih berwibawa.

“Kami yakin, dengan nahkoda baru, PWI Sulsel akan tampil lebih terbuka, mengedepankan perlindungan anggota, serta konsisten menegakkan martabat jurnalistik,” tutur Awalludin.

Sejak lama dikenal sebagai kota transit dengan denyut pers yang dinamis, Parepare kini melangkah lebih jauh dari sekadar kota penghubung—menjadi pemeran kunci dalam dinamika organisasi pers Sulawesi Selatan.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PWI Parepare yang konsisten merawat idealisme dan profesionalisme di tengah gempuran era media digital. Bagi banyak kalangan pers, capaian ini menandai momentum 'naik kelas' bagi dinamika pers Parepare. Dari daerah persinggahan, Parepare kini menjadi pusat perhatian di panggung provinsi.

“Jika dahulu Parepare kerap dipandang sebelah mata sebagai pelengkap, kehadiran tujuh nama ini menegaskan bahwa kita adalah pemain inti,” kelakar Andi Achmad, salah satu wartawan senior PWI Parepare. (*)