SOROTMAKASSAR - MAKASSAR, Semangat untuk mengokohkan jejaring alumni melalui jalur sportivitas kini semakin nyata di tubuh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas). Langkah strategis sedang dipacu melalui pembentukan Badan Otonom (Batom) bidang olahraga yang diproyeksikan menjadi pusat kolaborasi dan aksi bagi seluruh alumni lintas fakultas.
Proses metamorfosis wadah ini di lingkup IKA Unhas terus menunjukkan progres positif. Inisiatif krusial ini dimotori oleh Unhas Football Club (UFC) yang mulai merapatkan barisan melalui konsolidasi internal demi membangun fondasi yang kokoh bagi lahirnya Unhas Football Community.
Para punggawa UFC berkumpul dalam sebuah rapat koordinasi yang dikemas hangat dalam suasana Halalbihalal. Pertemuan penuh keakraban tersebut berlangsung pada Sabtu, 4 April, di Warkop Haihong, Jalan Pelita, Makassar.
Momentum ini bukan sekadar ajang melepas rindu pasca-lebaran, melainkan menjadi panggung strategis untuk menyelaraskan frekuensi para alumni yang memiliki gairah tinggi terhadap si kulit bundar.
Dalam diskusi yang mengalir akrab tersebut, lahir kesepakatan bahwa Batom yang dibentuk tidak hanya membatasi diri pada sepak bola konvensional, namun juga akan memayungi berbagai varian olahraga serupa.
Komunitas ini dikonsep secara inklusif dengan merangkul alumni yang memiliki minat pada sepak bola, mini soccer, hingga futsal. Dengan konsep ini, Unhas Football Community diharapkan menjadi rumah besar yang mampu mengakomodasi beragam hobi olahraga sekaligus memperluas partisipasi alumni.
“Semangat kolektif ini mulai kita rajut—dengan harapan besar bahwa Unhas Football Community akan menjadi pilar utama dalam menghidupkan jejaring alumni lewat energi positif dan sportivitas,” ujar Chaerul Amir, yang akrab disapa Om Jak, dalam pertemuan tersebut.
Tokoh alumni Fakultas Hukum Unhas angkatan 85 ini mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, kepengurusan definitif Batom Olahraga IKA Unhas FC akan segera disusun melalui mekanisme tim formatur.
“Formasi pengurus akan digodok bersama dua formatur yang mewakili Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum. Kami juga memastikan keterwakilan dari fakultas lain seperti Pertanian, Peternakan, hingga Transportasi agar semangat inklusivitas tetap terjaga,” imbuhnya.
Targetnya, seluruh proses administratif kepengurusan ini akan diselesaikan secara kilat sebelum diserahkan secara resmi ke jajaran pengurus IKA Unhas Pusat.
“Jika sesuai rencana, berkas kepengurusan akan diajukan pada hari Senin untuk mendapatkan legalitas serta arahan strategis dari pengurus pusat,” jelas Chaerul.
Tak ingin membuang waktu, selain fokus pada pembenahan struktur organisasi, Batom Olahraga IKA Unhas FC juga langsung tancap gas menyusun kalender kegiatan yang kompetitif.
Fokus utama mereka saat ini adalah menyukseskan Turnamen Sepak Bola IKA Unhas AAS edisi kedua yang dijadwalkan bergulir pada Mei mendatang, setelah mengalami pergeseran jadwal dari bulan April.
Penyesuaian jadwal ini bertujuan agar para tokoh alumni bisa hadir dan terlibat langsung. Bahkan, rencananya akan digelar laga eksibisi spesial yang mempertemukan tim eksekutif dengan perwakilan alumni lintas generasi.
Chaerul Amir juga menyerukan kepada seluruh perwakilan fakultas untuk mulai memanaskan mesin dan mempersiapkan tim masing-masing sejak sekarang.
“Kami sangat berharap tiap fakultas segera memastikan keikutsertaannya. Mari kita gaungkan bersama agar atmosfer kompetisi kali ini jauh lebih berkualitas dan semarak,” tuturnya penuh semangat.
Lebih dari sekadar turnamen internal, Batom IKA Unhas FC juga tengah merancang visi yang lebih ambisius, yakni menggelar turnamen antar-IKA perguruan tinggi se-Indonesia.
“Agenda besar ini akan melibatkan delegasi alumni dari berbagai penjuru tanah air. Dukungan dari para senior dan pembina juga akan sangat krusial dalam membina kekuatan tim,” papar Chaerul.
Di sisi lain, Ketua Batom Olahraga terpilih, Azhari Sirajuddin, menyampaikan apresiasi terdalamnya atas amanah besar yang diletakkan di pundaknya dalam sambutan perdana.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab ini merupakan sebuah misi pengabdian yang akan dijalankan dengan dedikasi tinggi bagi almamater.
“Ini bukan tentang sebuah jabatan, tapi tentang pengabdian. Kita ingin organisasi ini menjadi ruang silaturahmi yang dinamis melalui kesamaan hobi di lapangan hijau,” tegasnya.
Azhari juga menggarisbawahi bahwa kecintaan pada sepak bola adalah benang merah yang menyatukan mereka sejak masa kuliah hingga detik ini. “Sejak dulu saat masih mahasiswa hingga sekarang, sepak bola tetap menjadi bagian dari hidup kita. Inilah perekat kebersamaan yang harus kita rawat,” tambahnya.
Bagi Azhari, Batom Olahraga bukan sekadar mengejar piala, melainkan tentang menjaga kekompakan, mempererat tali persaudaraan, dan menciptakan ekosistem interaksi yang sehat bagi para alumni.
Dengan rentetan agenda yang telah tersusun rapi, kehadiran Batom Olahraga IKA Unhas diharapkan menjadi motor penggerak kegiatan positif sekaligus memperkuat jati diri alumni melalui semangat juara dan kebersamaan.
Apresiasi juga datang dari perwakilan PP IKA Unhas, Soewarno Sudirman. Ia menyebutkan bahwa forum diskusi di UFC telah sepakat untuk mewadahi alumni dari berbagai cabang olahraga bola, mulai dari sepak bola hingga futsal.
“Kami sangat mengapresiasi terpilihnya Pak Azhari Sirajuddin. Diskusi ini mempertegas bahwa wadah ini milik semua alumni pecinta bola, baik itu sepak bola lapangan besar, mini soccer, maupun futsal,” ujar Soewarno.
Respon Positif Lintas Generasi
Dinamika pembentukan Batom Olahraga ini tak hanya bicara soal struktur, tapi juga menyentuh sisi emosional, kenangan, dan respek antaralumni. Dukungan kuat salah satunya datang dari Yasidin, sosok ikonik yang pernah aktif di UKM Sepakbola Unhas.
Bagi Yasidin, sosok Azhari Sirajuddin adalah mentor sekaligus rekan lama. Hubungan mereka yang berakar sejak masa kuliah menyimpan memori unik yang selalu ia ingat dengan penuh kesan.
“Lucunya, saya ini bisa dibilang ‘dijebak’ oleh Kak Ary untuk menjadi Ketua UKM Sepakbola Unhas dulu,” kenangnya sembari tertawa, mengenang peran Azhari dalam perjalanan organisasinya.
Peristiwa itu terjadi saat momen makan bersama di lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, di bawah bimbingan Prof. Amran Razak selaku PR III kala itu. Itulah awal mula kedekatan yang membentuk karakter kepemimpinan Yasidin di dunia sepak bola kampus.
Ia mengakui bahwa banyak ilmu dan nilai-nilai organisasi yang ia serap dari Azhari Sirajuddin, termasuk dari senior lainnya seperti Yopie Lumendong. “Beliau dan Kak Yopie adalah guru tempat saya menimba ilmu tentang sepak bola Unhas,” akunya.
Kini, melihat Azhari didapuk memimpin Batom Sepakbola IKA Unhas, Yasidin menilainya sebagai pilihan yang sangat tepat dan relevan dengan rekam jejaknya. Dukungan penuh pun ia sampaikan secara terbuka.
“Hari ini beliau memimpin Batom Sepakbola IKA Unhas, dan saya seratus persen berada di belakang beliau. Ini adalah langkah hebat untuk kemajuan alumni,” tegasnya.
Bagi Yasidin, kepemimpinan di badan ini bukan sekadar perkara posisi administratif, melainkan panggung untuk meneruskan napas kebersamaan yang dulu pernah tumbuh di lapangan merah kampus.
Harapan besar juga disematkan agar Batom Sepakbola IKA Unhas bertransformasi menjadi ruang pembinaan yang mumpuni, regenerasi atlet alumni, serta memperkuat jejaring berbasis minat.
Di tengah geliat penyusunan pengurus dan persiapan turnamen, sokongan dari figur seperti Yasidin menjadi bahan bakar semangat bagi organisasi. Ia adalah jembatan hidup yang menghubungkan memori masa lalu dengan visi masa depan sepak bola Unhas.
“Salamaki, Kak Ary,” tutup Yasidin singkat, menutup dukungannya dengan doa keselamatan dan kesuksesan. (*)