SOROTMAKASSAR-Toraja Utara.
APBD Toraja Utara tahun 2022 sudah di tetapkan oleh DPRD bersama Pemda Toraja Utara, Dalam APBD tersebut terdapat beberapa paket pekerjaan jalan poros, termasuk alang-alang – Salu dan paket jalan Kakondongan arah ke kampus UKI Toraja .
Paket poros Alang- alang – Salu sudah lama masyarakat harapkan untuk dikerjakan, karena poros itu menghubungkan empat lembang yang gunakan poros jalan tersebut.
Plt.Kadis PUPR Toraja Utara Paulus Tandung saat di temui wartawan Kamis, 9/12/2021 mengatakan, bahwa terkait paket pekerjaan tersebut ada dan prioritas.
Tahun depan juga ada pekerjaan proyek besar terkait program hibah jalan daerah dari pusat lalu dihibahkan ke pemerintah kabupaten Toraja Utara.
“Perkiraan proyek hibah rencana akan di terima, namun belum ada kepastian dari pusat dengan anggaran diprediksi sekitar Rp.33 Miliar sampai Rp.35 Miliar. Dan untuk sementara saya belum bisa pastikan nilainya berapa karena kami belum terima surat dari Kementrian PUPR, namun untuk sementara prediksi anggarannya seperti itu," kata Paulus.
Selain itu tambah Paulus, Dana Alokasi Khusus (DAK) thn 2022 ada sekitar Rp.17 Miliar, untuk DAK penugasan kurang lebih Rp. 8 Miliar, terus DAK reguler Rp.8 Miliar lebih.
“Untuk dana APBD yang bersumber dari dana DAU juga ada, pertama ruas jalan UKI Kakondongan, dan ruas jalan alang-alang -Salu, namun anggarannya saya belum bisa katakan karena sementara di finalkan terus masih ada pergeseran yang bertambah dan berkurang, tapi yang jelasnya ruas-ruas ini yang menjadi prioritas Pemerintah,” jelas Plt Kadis PUPR.
Kata Paulus, kalau PHJD ruas jalannya sudah dipastikan, karena kalau PHJD yang saya bilang anggarannya Rp.33 Miliar – Rp.35 Miliar dan itu pusat yang tetapkan ruasnya jadi kita tidak bisa ganggu-dan pindahkan.
“Mereka sudah tetapkan ruas KSP itu yang harus di biayai dan dia sudah tetapkan di pusat, dan masih ada satu yang kita harapkan mudah-mudahan pemerintah provinsi berkenan memberikan Torut bantuan keuangan dan semoga saja, kita tunggu beberapa hari ke depan ini Toraja Utara dapat bantuan keuangan. Ada atau tidak tapi harapan kita agar ada, karena kondisi APBD kita tidak mencukupi dan tidak mampu untuk membiayai pembangunan dan hanya bantuan-bantuan yang bisa membantu untuk membangun” pungkasnya. (man*)