SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.
Pandemi Covid19 tentu telah menjadi momok di seluruh dunia, bahkan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun, masih ada segelintir orang yang menganggap virus ini tidak ada dan hanya konspirasi sehingga tidak disiplin protokol kesehatan.
Makanya, peran tokoh agama, pemerintah dinilai vital untuk memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat terkait Covid-19.
Hal itu ditegaskan Bhabinkamtibmas Desa Buangin Bripka Aswadi di dampingi Kepala Desa Buangin Zulkifli pada media ini, Rabu (3/2/2021) di tempat pesta pernikahan di Dusun Tarue Desa Buangin, Kecamatan Sabbang Selatan.
Bripka Aswadi didampingi Kepala Desa (Kades) Buangin berharap, bukan hanya Satgas atau Pemerintah yang memberikan edukasi dan contoh, tetapi juga tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda serta tokoh-tokob lainnya dan masyarakat atau keluarga itu sendiri dalam penerapan kedisiplinan protokol kesehatan covid19.
Menurutnya, semua agama yang diakui pemerintah Indonesia pun mengajarkan tentang pentingnya kebersihan dan menjaga keimanan agar ibadah tenang dan sejuk, tapi harus mengikuti kedisiplinan protokol kesehatan dimanapun berada, baik itu di pesta nikah dan kematian, hindari kerumunan dan selalu pakai masker.
“Dalam Islam diajarkan pula kebersihan, yang menjadi sebagian dari iman. Dari kecil diajarkan kebersihan, kita mau tidur suruh cuci kaki, gosok gigi, bangun tidur cuci muka, gosok gigi. Sampai bagaimana cara makan, untuk beradaptasi dengan lingkungan pasti diutamakan kebersihan siapapun itu, apapun Agamanya, pasti mengajarkan kebersihan,” ungkap Bripka Aswadi.
Sementara Zulkiffli Kades Buangin mengungkapkan, kalau memang kita sebagai orang yang berpendidikan dan beragama, serta menjaga keimanan kita harusnya tetap percaya dan menjaga diri.
"Saya sepakat dengan melihat zonasi risiko dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat di semua lini," katanya.(yus)