Desa Panciro Gowa Kembangkan Industri Rumah Tangga Kue Tradisional

SOROTMAKASSAR -- Gowa.

Sejumlah perempuan tangguh di Dusun Bontoramba Selatan RW 2, memilih dan menekuni pembuatan kue tradisional sejak dulu hingga saat ini. Pembuatan kue tradisional ini menjadikan Dusun Bontoramba Selatan sebagai salah satu sentra pengembangan industri rumah tangga kue tradisional.

Ketua RW 2 Dusun Bontoramba Selatan Desa Panciro Gowa, Syahruddin Daeng Bella, pada Jumat (18/09/2020) menyatakan, saat ini di RW 2 paling sedikit ada delapan ibu pembuat kue tradisional, di antaranya; Salmia, Dg Ngintan, Fatmawati, Daeng Kanang, Hasriani, Aisya Daeng Rampu, Sukmawati, dan Ramlah Daeng Kebo.

Jenis kue tradisional yang diproduksi seperti; kue tali tali, kerupuk bawang, kerupuk jari jari, kerupuk kacipo, jalan kote, kue baje bandong, dan kue kurma.

Produksi beragam jenis dan rasa kue tradisional itu, didistribusikan ke depot penjuan kue di desa Panciro dan di luar desa. Selain itu disebar pada warung-warung penjual di Desa Panciro dan sekitarnya.

"Produksi kue tradisional itu masih terus dikembangkan termasuk rasa, kualitas, kemasan, dan jaringan pemasarannua. Untuk itu, para pembuat kue tradisional ini membutuhkan bimbingan dalam proses produksi agar mampu bertahan lama, kemasan yang cantik dan kreatif serta modal dan teknik pemasarannya," kata pria kelahiran Panciro ini. (Ulla/Yahya)