SOROTMAKASSAR - PALU.
Langkah strategis menjelang perhelatan akbar mulai dimatangkan. Jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah menggelar audiensi hangat bersama Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid. Pertemuan penting ini difokuskan untuk menyelaraskan agenda pembangunan daerah sekaligus memantapkan persiapan Kota Palu sebagai tuan rumah Tanwir Muhammadiyah 2026 yang dijadwalkan bergulir pada 19–21 November 2026 mendatang.
Membuka perbincangan, Ketua PWM Sulawesi Tengah, H.M. Amin Parakkasi, S.Ag, M.H.I, menghaturkan apresiasi mendalam atas sambutan hangat sang Wali Kota. Di hadapan orang nomor satu di Palu tersebut, ia menjabarkan peta kesiapan kota ini dalam memikul amanah besar sebagai lokasi pusat pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah 2026.
Amin Parakkasi menegaskan bahwa Tanwir merupakan forum musyawarah tertinggi di bawah Muktamar yang memiliki urgensi luar biasa bagi persyarikatan. "Agenda ini adalah panggung nasional yang sangat strategis untuk mengevaluasi mandat Muktamar, menggodok arah kebijakan ke depan, serta membedah potret isu kontemporer seputar keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan," cetusnya di depan Hadianto Rasyid.
Ia menggarisbawahi bahwa mandat sebagai tuan rumah adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Sulawesi Tengah dalam menyambut tokoh-tokoh Muhammadiyah dari seluruh penjuru negeri.
Lebih jauh, momentum emas ini dinilai menjadi panggung pembuktian bagi Sulawesi Tengah di kancah nasional. Kedatangan ribuan kader dan tokoh diproyeksikan tidak sekadar memperkuat konsolidasi internal organisasi, melainkan juga memicu efek domino yang positif bagi roda perekonomian lokal, geliat pariwisata, hingga penguatan citra daerah.
Di luar urusan Tanwir, dialog ini juga menyoroti lompatan pembangunan Kota Palu yang kian impresif belakangan ini. Sebagai ibu kota provinsi, Palu dipandang sebagai poros utama sekaligus jangkar pembangunan Sulawesi Tengah yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kawasan demi kesejahteraan masyarakat yang merata.
Merespons paparan tersebut, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyambut baik dan mengapresiasi keputusan Muhammadiyah yang menjatuhkan pilihan pada Kota Palu. Dirinya menegaskan bahwa jajaran pemerintah kota berkomitmen memberikan sokongan total demi kelancaran agenda berskala nasional tersebut.
"Sebuah kebanggaan bagi Kota Palu atas kepercayaan besar ini. Pemerintah Kota Palu siap menyambut dengan tangan terbuka seluruh pimpinan Muhammadiyah se-Indonesia. Kami akan mengupayakan sokongan terbaik agar Tanwir Muhammadiyah 2026 ini sukses besar dan membawa berkah melimpah, baik bagi warga Sulawesi Tengah maupun Indonesia pada umumnya," tegas Hadianto Rasyid optimistis.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Balaikota, pada Kamis dhuha, 2 Juli 2026 tersebut, juga dihadiri oleh sederet tokoh inti PWM Sulawesi Tengah yang mendampingi ketua, di antaranya Prof. Dr. H. Rajindra, SE, MM; Dr. Muh. Rizal Masdul, S.Pd.I, M.Pd.I; Muh. Ilyas Padduntu, S.Ag, M.Pd.I; Drs. H. Abdul Hafid Dg. Masila; dan Ikbal Bungadjim, S.Pd, M.Si.
Suasana akrab dan semangat kolaboratif sangat terasa hingga akhir pertemuan. Kedua belah pihak menaruh harapan serupa: jalinan sinergi yang kuat antara Pemkot Palu dan PWM Sulawesi Tengah tidak hanya akan menyukseskan Tanwir Muhammadiyah 2026, tetapi juga sukses mencuri perhatian nasional lewat pesona dan kemajuan tanah Kaili. (Ch)