Rapat Koordinasi Kepala Seksi Kebersihan di Jajaran Pemerintahan Kecamatan Mariso


SOROTMAKASSAR -- Makassar.

Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Seksi Kebersihan (Kasiber) di jajaran Pemerintahan Kecamatan Mariso, Kota Makassar digelar Senin (16/09/2019) di Aula Kantor Kecamatan Mariso.

Rakor ini dipimpin Kepala Seksi Kebersihan Pemerintah Kecamatan Mariso, Drs. Muhammad Syukri Djawad, M.Si dan dihadiri 9 (sembilan) Kasiber Kelurahan serta 6 Pengawas Kecamatan Mariso.

Kesembilan Kasiber Kelurahan itu, yakni Kunjungmae, Panambungan, Lette, Mariso, Mario, Buyang, Mattoanging, Bontorannu dan Tamarunang.

Dalam acara yang dimulai pukul 08.30 Wita, Kasiber Kecamatan Mariso M. Syukri Djawad mengharapkan agar Kasiber Kelurahan sudah berfungsi dan melaporkan kegiatannya.

Seperti petugas yang ada dalam wilayah kelurahan memantau personilnya. Misalnya petugas penyapu jalan pagi dan sore, memantau rumput-rumput yang lebat dan bagaimana petugas pemotong rumput itu melaksanakan tugasnya.

Termasuk memantau pengangkut sampah 'Mobil Tangkasa' berupa motor Fukuda yang berkeliling mengangkut sampah di lorong-lorong maupun menyiram tanaman.

“Laporan dari Kasiber Kelurahan diterima oleh saya selaku Kasiber Kecamatan Mariso. Harapan kami dengan rakor ini sebagai upaya untuk mempertahankan Adipura yang selama ini di raih Kota Makassar,” papar Syukri.

Dengan kesiapan kasiber di tiap-tiap kelurahan maupun kecamatan se-Kota Makassar, jika ini bergerak serentak, tentu menjadi harapan Pak Walikota. Aparat kasiber merupakan contoh dalam pengawasan sehingga mau tak mau masyarakat akan terbiasa menjaga kebersihan.

“Jangan memusuhi sampah, karena siapa yang peduli sampah maka akan mendapatkan nilai ekonominya,” jelas Syukri sambil memberi contoh akan nilai ekonomi itu buat masyarakat.

Sampah rumah tangga akan dipilah menjadi sampah basah dan kering yang dikumpulkan oleh Bank Sampah yang sudah terbentuk. Sehingga nantinya dapat di daur ulang seperti plastik-plastik makanan instan akan dijadikan tas, tirai maupun sandal agar menjadi TPS3R.

Juga agar TPA sebagai tujuan akhir, sampah tidak menumpuk dibuang menjadi limbah, kecuali sampah yang tidak bisa lagi di daur ulang. (rk)