Unjuk Rasa Tuntut Bubarkan BPJS di Kantor Gubernur Sulsel Diwarnai Aksi Lempar Batu


SOROTMAKASSAR -- Makassar.

Unjuk rasa menuntut BPJS dibubarkan yang dilancarkan ratusan mahasiswa tergabung dalam Front Mahasiswa Makassar Menggugat, Senin (16/09/2019) sore sekitar pukul 15.37 Wita di Kantor Gubernur Sulsel Jln Urip Sumoharjo Makassar, diwarnai aksi saling lempar batu antara petugas Satpol PP dengan para pengunjuk rasa.

Awalnya, massa mahasiswa yang datang ke kantor Gubernur Sulsel melakukan aksi unjuk rasa terkait penolakan rencana kenaikan iuran BPJS dan menuntut BPJS dibubarkan, memberikan kesehatan gratis kepada masyarakat miskin, serta meminta Gubernur Sulsel menonaktifkan BPJS Kesehatan Sulsel.

Setelah melakukan orasi secara bergantian dan membakar ban bekas serta keranda mayat sebagai bentuk kekecewaan atas rencana kenaikan iuran BPJS, tak lama kemudian massa pengunjuk rasa melakukan pelemparan batu ke arah pintu 1 kantor Gubernur Sulsel. Namun tindakan pelemparan batu cepat terhenti setelah adanya pengunjuk rasa yang terkena lemparan batu di bagian kepala oleh orang yang tidak diketahui.

Sekitar pukul 16.25 Wita datang staf Kesbangpol Bidang Kewaspadaan, Ansyar menemui pengunjuk rasa. Namun massa mahasiswa menolak kehadirannya karena ingin bertemu langsung Gubernur Sulsel. Akibatnya suasana kembali memanas dan terjadi lagi saling lempar batu antara petugas Satpol PP dengan para pengunjuk rasa.

Sebanyak 2 SST Sabhara Polda Sulsel yang datang lokasi unjuk rasa langsung membubarkan paksa massa mahasiswa dengan melepaskan tembakan gas air mata. Situasi pun kembali kondusif, dan sebanyak 7 orang pengunjuk rasa diamankan oleh aparat kepolisian untuk diproses di Polrestabes Makassar.

Keterangan yang dihimpun media ini menyebutkan, sebanyak 7 orang pengunjuk rasa yang diamankan, yakni Andi Mustafa Udin (23), Andilau (19), Egiafiandi (19), Wawan (26), Sardi (23), Syamsuar (25), dan Ahmad Kurama (23). (ht/jw)