Tower Jaringan Celuler Milik XL Rubuh, Enam Murid SDN 240 Baddo-Baddo Tertimpa 


SOROTMAKASSAR -- Maros.

Tower jaringan celuler milik XL yang berada di lokasi dekat SD Negeri 240 Baddo-Baddo dan pemukiman warga di Desa Baji Mangai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, tiba-tiba rubuh pada Selasa (13/08/2019) pagi sekitar pukul 09.30 Wita.

Fatalnya, ambruknya tiang tower BTS XL Axiata tersebut, menimpa sejumlah murid SD Negeri 240 Baddo-Baddo yang saat itu sedang latihan menyanyi di halaman sekolah sehingga beberapa orang diantaranya harus dilarikan ke RS terdekat.

Keterangan yang dihimpun media ini menyebutkan, ketika itu salah seorang guru, Feronika sementara melatih murid-murid SD tersebut bernyanyi paduan suara di pekarangan sekolah, dan tiba-tiba terdengar bunyi reruntuhan yang sangat keras.

Ternyata tiang tower jaringan celuler milik XL yang roboh dan menimpa sejumlah anak sekolah yang sedang berlatih menyanyi itu. Sebanyak 6 (enam) murid terkena reruntuhan tower yang diduga rubuh akibat angin kencang.

Enam murid SD yang terkena reruntuhan tiang tower yakni Risa Wahyuni (10), Adinda Sri Ramayani (10), Khodija Rafa Nur (9), Bangga (8), Wahyu (11), dan Mujahid (11). Sebanyak 3 orang diantaranya dirujuk ke RSUP Wahidin Makassar, dan 3 orang lainnya dirawat di RSAU Dr. Dodi Sarjoto.

Informasi terakhir yang diperoleh Selasa (13/08/2019) malam sekitar pukul 20.30 Wita mengungkapkan, Khodijah Rafa Nur yang dirujuk ke RSUP Wahidin masih terbaring di Ruang IGD Bedah dan sementara menjalani operasi besar pada bagian tengkorak kepala jidad dan pangkal leher kiri.

Kemudian Adinda Sri Ramayani yang juga dirujuk ke RSUP Wahidin, masih berada di Ruang IGD Bedah dan rencananya akan menjalani operasi ringan pada bagian kepala sebelah kiri yang mengalami luka robek.

Selanjutnya, Bangga yang dirujuk pula ke RSUP Wahidin masih berada di Ruang IGD Bedah karena mengalami luka lecet pada bagian wajah sebelah kanan dan memar pipi kirinya. Sementara yang dirawat di RSAU Dr Dodi Sarjoto, yakni Risa Wahyuni, Wahyu dan Mujadid.

Bahkan Mujadid yang menderita luka ringan, dikabarkan telah dibawa pulang oleh keluarganya dari RSAU Dr. Dodi Sarjoto.

Pasca kejadian tersebut, pihak SD Negeri 240 Bado-Bado akan meliburkan sementara murid-muridnya.

Warga sekitar menilai pula konstruksi bangunan tower itu tidak memadai dan kurang safety. Selain itu kurangnya pemeliharaan terhadap tower tersebut. 

Hingga saat ini pihak dari XL Axiata belum ada yang datang menemui keluarga korban untuk menunjukkan rasa tanggung jawabnya. Namun demikian, kasus ini sudah ditangani aparat kepolisian dari Polres Maros. (im/jw)