SOROTMAKASSAR -- Makassar.
Peningkatan kualitas pelayanan publik sangat mendorong tercapainya proses penyelenggaraan reformasi birokrasi yang memadai pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) salah satunya pada lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Pelayanan publik yang baik akan menciptakan kepuasan dan kenyamanan terhadap masyarakat yang dilayani, oleh sebab itu Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar sebarkan Kuisioner terkait pelayanan warga binaan dan masyarakat pada Lapas Kelas I Makassar.
Capaian dari kuisioner ini adalah untuk melihat indeks kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang telah diberikan Lapas Makassar, pengisian kuisioner ini mengambil sasaran yakni Warga Binaan Pemasyarakatan (WNP), masyarakat, dan pegawai Lapas Kelas I Makassar.
Dengan mengambil dua sumber dan sudut pandang dari WBP dan pengunjung Lapas Makassar, hasil dari kuisioner ini nantinya akan diproses kembali oleh Ditjen Pas untuk mengetahui peningkatan kualitas pelayanan baik pelayanan Integrasi, pelayanan makanan, pelayanan pengaduan dan pelayanan kunjungan.
"Dengan mengambil dua sudut pandang dari WBP, dan pengunjung atau masyarakat luar Lapas, kuisioner itu untuk melihat indeks kepuasan masyarakat terhadap peningkatan pelayanan Lapas Makassar. Untuk kuisioner pertama terkait sarana dan prasana dan lain-lain itu ada 21 item, dan ada juga khusus untuk petugas itu ada 8 item," jelas Sira selaku Pisikolog dan anggota tim penggerak WBK Lapas Kelas I Makassar.
Diketahui dalam kuisioner ini, WBP, pengunjung, dan petugas dapat memberikan kritik dan saran terhadap pelayanan yang diberikan oleh Lapas Kelas I Makassar dengan harapan kritik dan saran tersebut dapat membantu Lapas Makassar dalam pembangunan peningkatan kualitas pelayanan Lapas Kelas I Makassar.
"Mereka yang mengisi berhak untuk memberikan saran dan kritik terhadap pelayanan kita, karena didalam kuisioner itu terdapat kolom untuk saran dan kritik, dan sebaiknya digunakan, untuk membantu kami dalam membangun kualitas layanan di Lapas Makassar," tutup sira. (ht)