Laporan : Saripaini (Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Makassar)
Bulan Ramadhan identik dengan banyaknya pasar dadakan yang menjual berbagai takjil. Salah satunya adalah pasar takjil di sepanjang jalan poros BTP Tamalanrea Makassar yang ramai pengunjung, Senin (06/05/2019).

Jajanan takjil yang disajikan disini meliputi minuman seperti cendol, cincau, dan es buah. Kemudian jenis kue-kue seperti jalangkote, panada, brownis, dadar, pisang ijo, dan pawa'.
"Terdapat beberapa jenis jajanan yang biasa saya jual disini. Ada panada, jalangkote, pisang ijo, dadar, pawa', es buah, dan es cendol," ungkap Salmia, salah seorang penjual takjil.
Ada banyak sekali menu buka puasa yang menggugah selera. Setiap sorenya akan tetap menjajakan takjil sebulan lamanya sampai hari raya Idul Fitri .
Harga tiap jajanan berbeda-beda tetapi masih dapat terjangkau, mulai dari Rp 1.000,- sampai Rp 5.000,-.
"Saya berjualan disini sudah 9 tahun lamanya dari tahun 2010 sampai sekarang. Harganya juga berbeda-beda tiap jajanan. Mulai dari Rp 1.000-5.000," ungkap Salmia.
Kehadiran pasar musiman itu berdampak positif bagi masyarakat, khususnya para pedagang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, dagangan mereka habis terjual karena banyaknya pengunjung yang datang membeli.
Kedepannya, Salmia berharap, semoga dagangannya laris manis dan akan tetap semangat lagi untuk menjajakan makanan takjil. (*)
Bulan Ramadhan identik dengan banyaknya pasar dadakan yang menjual berbagai takjil. Salah satunya adalah pasar takjil di sepanjang jalan poros BTP Tamalanrea Makassar yang ramai pengunjung, Senin (06/05/2019).

Jajanan takjil yang disajikan disini meliputi minuman seperti cendol, cincau, dan es buah. Kemudian jenis kue-kue seperti jalangkote, panada, brownis, dadar, pisang ijo, dan pawa'.
"Terdapat beberapa jenis jajanan yang biasa saya jual disini. Ada panada, jalangkote, pisang ijo, dadar, pawa', es buah, dan es cendol," ungkap Salmia, salah seorang penjual takjil.
Ada banyak sekali menu buka puasa yang menggugah selera. Setiap sorenya akan tetap menjajakan takjil sebulan lamanya sampai hari raya Idul Fitri .
Harga tiap jajanan berbeda-beda tetapi masih dapat terjangkau, mulai dari Rp 1.000,- sampai Rp 5.000,-.
"Saya berjualan disini sudah 9 tahun lamanya dari tahun 2010 sampai sekarang. Harganya juga berbeda-beda tiap jajanan. Mulai dari Rp 1.000-5.000," ungkap Salmia.
Kehadiran pasar musiman itu berdampak positif bagi masyarakat, khususnya para pedagang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, dagangan mereka habis terjual karena banyaknya pengunjung yang datang membeli.
Kedepannya, Salmia berharap, semoga dagangannya laris manis dan akan tetap semangat lagi untuk menjajakan makanan takjil. (*)