SOROTMAKASSAR -- MAKASSAR, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar terus berbenah, tidak hanya dalam hal pengumpulan dan penyaluran dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), tetapi juga dari sisi internal organisasi. Untuk itulah, Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes memimpin rapat internal dengan staff bidang IV.
Rapat berlangsung di ruang kerja Prof di usia 40 tahun di Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Makassar, Jumat, 2 Oktober 2026 petang itu membedah secara mendalam Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), serta merumuskan strategi pemberdayaan staf.
Prof. Yusriani menekankan bahwa, pemahaman terhadap Tupoksi adalah harga mati bagi setiap staf, khususnya bidang IV. Sebab, seringkali, dalam sebuah lembaga pengelola zakat, terjadi overlapping (tumpang tindih) pekerjaan atau justru ruang kosong yang tak bertuan, karena staf kurang memahami batasan dan potensi peran mereka.
"Amil zakat hari ini berbeda dengan amil di masa lampau. Kita adalah manajer kemaslahatan umat. Untuk itu, setiap staf harus paham betul apa tugas utamanya, kepada siapa ia bertanggung jawab, dan apa kontribusinya terhadap visi besar BAZNAS Makassar," tuturnya.
Pembedahan Tupoksi yang dilakukan Doktor Prodi Kedokteran Unhas tahun 2017 dan satu satunya ketua tim pemenangan skema pengabdian kepada masyarakat multi tahun pendanaan DRTPM Kemendikbud Ristek tahun 2023 itu menegaskan, staf tidak hanya mendengarkan instruksi, tetapi juga diajak mengevaluasi efektivitas kerja harian. Dengan cara ini, setiap staf di BAZNAS Makassar dapat melihat dengan jelas benang merah antara pekerjaan administratif yang mereka lakukan di kantor dengan senyum para kaum dhuafa yang menerima bantuan di lapangan.
Apa yang dilakukan oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Makassar ini mengirimkan singgal positif bahwa, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah kini dikelola dengan standar korporasi modern yang memegang teguh prinsip 3A yakni, Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI—ditambah dengan prinsip profesionalisme tinggi dari seluruh staf amil.
"Langkah strategis staf menjadi sebagai penanda bahwa, BAZNAS Makassar tidak sedang berjalan di tempat, melainkan tertanam dalam diri Gercep, atau gerakan cepat. Mereka berlari, berbenah dari dalam, untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalani dikelola oleh tangan-tangan yang tepat, amanah, dan profesional. Sebab, dari staf yang berdaya, lahirlah umat yang sejahtera," tuturnya didampingi Kabag IV Fitriany Ramli, Sudirman N, Asrijal Syahruddin, serta Syarifuddin Pattisahusiwa. (din pattisahusiwa tim media baznas makassar).