Oleh: Albertus Yap
Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) PD Sulsel
PERHIMPUNAN Indonesia Tionghoa (INTI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan (PD Sulsel) percaya, bahwa bangsa kita memiliki daya tahan cukup kuat di tengah dinamika zaman. Sehingga mampu mencapai usia 81 tahun.
Kami melihat bangsa Indonesia saat ini, sedang berada di tengah peluang yang terbentang luas. Namun juga tantangan yang tidak sedikit, baik dalam sosial politik dan keamanan maupun di bidang ekonomi.
Ekonomi kita bergerak dinamis dan cepat. Sehingga menuntut perhatian serta penanganan yang serius dan hati-hati. Khususnya, dalam hal selalu dapat menjaga kemampuan daya beli masyarakat. Serta memastikan pemerataan terasa secara nyata, khususnya di kalangan masyarakat bawah.
Di sisi lain, perlu pula mewaspadai dan mengantisipasi serta mempersiapkan tatakelola yang baik dalam mengatasi dampak dari perubahan iklim dan bencana-bencana alam. Semua hal ini akan menantang daya sokong sumber daya negara dan daya tahan solidaritas kita sebagai satu keluarga, Bangsa Indonesia.
Oleh sebab itu, kami berharap. Walaupun regulasi dan kebijakan publik terus berubah. Namun, senantiasa memperhatikan keadilan dan pelaksanaannya dengan penuh kearifan.
Kami menyadari bahwa keutuhan bangsa adalah yang utama. Dan hanya bisa dijaga jika menjunjung nilai keadilan, kejujuran, dan ada empati. Juga punya kepedulian sosial kepada segenap komponen anak bangsa. Khususnya yang lemah dan tidak lupa juga bagi korban-korban bencana alam.
Jika para pemimpin bangsa selalu menunjukkan sikap mengayomi dan keteladanan atas nilai yang disampaikan di atas. Maka niscaya kepercayaan rakyat akan menguat dan akan menjadi modal utama bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Kami percaya bahwa warga Tionghoa saat ini memandang dirinya sebagai bagian integral dari Bangsa Indonesia. Sebagaimana ternyata bahwa warga Tionghoa pun ikut aktif secara nyata dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Dengan juga mengambil resiko seperti pejuang lainnya, yakni mempertaruhkan keselamatan dirinya bahkan keluarganya dan komunitasnya.
Tentu hal ini bukan hanya sekedar solidaritas semata, namun adalah bukti. Bahwa warga Tionghoa sejak awal telah memandang dirinya sebagai bagian tak terpisahkan dengan semua warga Indonesia lainnya.
Oleh sebab itu, dalam era kemerdekaan ini, warga Tionghoa selalu siap untuk berkontribusi aktif sesuai cara dan kemampuannya. Dalam menjaga dan memelihara NKRI sebagai rumah bersama.
Dengan kerjasama semua anak bangsa yang saling bahu membahu, maka semua rintangan dapat kita lalui untuk mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.
Selamat HUT ke-81 RI.
Dirgahayu Republik Indonesia.
Jayalah selalu Negeriku. (*)