SOROTMAKASSAR -- MAKASSAR, Musibah kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, menggugah kepedulian keluarga besar SD Negeri Rappokalling 67/1. Sebagai wujud empati terhadap warga terdampak, sekolah tersebut menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung ke lokasi bencana, Rabu (5/8/2026).
Kebakaran yang terjadi pada Jumat 31 Juli 2026 dini hari itu menghanguskan sedikitnya 56 unit rumah dan menyebabkan 235 jiwa kehilangan tempat tinggal. Lokasi bencana yang hanya berjarak sekitar 3,7 kilometer dari sekolah di Jalan Daeng Regge mendorong seluruh warga sekolah bergerak cepat menggalang bantuan.
Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari peserta didik, orang tua siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Bantuan yang terkumpul merupakan hasil gotong royong dan kepedulian bersama sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras, berbagai bahan kebutuhan dapur, makanan siap saji, 10 dus mi instan, 10 dus air mineral gelas, pakaian layak pakai, sarung baru, serta bantuan uang tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas.
Kepala UPT SPF SD Negeri Rappokalling 67/1, Muhammad Amir, S.Pd., M.Pd., mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme seluruh warga sekolah, khususnya para siswa, dalam mendukung kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, sejak imbauan kepedulian disampaikan, respons yang diberikan sangat luar biasa.
"Awalnya kami mengajak seluruh unsur sekolah untuk berbagi seikhlasnya. Namun antusiasme murid-murid dan para orang tua sungguh luar biasa. Anak-anak dengan sukarela menyisihkan tabungan dan memberikan barang-barang terbaik mereka untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Tallo," ujar Muhammad Amir.
Ia menjelaskan, Program Sekolah Peduli tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan secara nyata kepada para peserta didik. Melalui kegiatan ini, sekolah ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, empati, serta semangat berbagi sejak usia dini.
"Tujuan utama program ini adalah menanamkan nilai-nilai kepedulian, jiwa sosial, dan rasa empati sejak dini kepada para peserta didik. Kami ingin anak-anak belajar bahwa kebahagiaan terbesar hadir saat kita mampu merangkul dan meringankan beban sesama yang sedang tertimpa musibah," jelasnya.
Muhammad Amir berharap bantuan yang diberikan, meski sederhana, dapat membantu meringankan beban para korban kebakaran. Ia juga mendoakan agar seluruh warga terdampak diberi ketabahan, kesehatan, serta kekuatan untuk bangkit dan kembali menata kehidupan mereka.
"Harapan kami, bantuan yang tidak seberapa ini dapat sedikit meringankan kebutuhan harian para korban. Semoga warga terdampak diberikan ketabahan, kesehatan, dan kondisi mereka segera pulih sehingga dapat kembali menjalani kehidupan seperti sediakala," pungkasnya. (*Rz)