Gema Adzan di Masjid: Cara Humanis Polres Pelabuhan Makassar Jaga Kamtibmas Lewat Saf Salat

SOROTMAKASSAR - MAKASSAR.

Sayup gema adzan dari menara masjid bukan sekadar penanda waktu, melainkan panggilan suci bagi setiap muslim untuk bersujud kepada Sang Pencipta. Momen sakral inilah yang diilhami oleh Polres Pelabuhan Makassar lewat program "Safari Memakmurkan Masjid". Melalui gerakan ini, aparat kepolisian mengajak warga bergegas merapatkan saf, menjemput keberkahan dan ketenangan hidup, sekaligus merajut keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Aksi nyata ini dimulai saat personel Polres Pelabuhan Makassar berbaur bersama warga, memenuhi ruang utama masjid untuk menunaikan salat Dzuhur berjamaah. Usai bersujud, atmosfer hangat berlanjut lewat untaian tausiyah singkat, ramah tamah, serta ruang dialog bersama para tokoh agama dan warga demi mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Langkah ini mencerminkan wajah humanis korps kepolisian. Tugas mereka kini tak lagi melulu soal penegakan hukum di jalanan, melainkan juga menyentuh aspek spiritual dan sosial sebagai fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan dinaungi keberkahan.

Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil, mengingatkan bahwa setiap ketukan suara adzan sejatinya adalah undangan menuju gerbang kesuksesan. Hal ini selaras dengan seruan "Hayya 'alash shalah, Hayya 'alal falah" yang berarti ajakan mendirikan salat dan menjemput kemenangan.

"Adzan adalah panggilan langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada hamba-Nya. Siapa saja yang meringankan langkahnya menuju masjid untuk salat berjamaah, insya Allah akan dilimpahi rahmat, ketenangan jiwa, kelancaran rezeki, perlindungan keluarga, serta rasa aman dalam kesehariannya," tutur Aipda Adil.

Ia memaparkan bahwa salat berjamaah memegang posisi yang amat istimewa dalam syariat Islam. Merujuk pada sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, pahala salat berjamaah melesat hingga dua puluh tujuh derajat dibanding salat sendirian—sebuah penegasan betapa Islam sangat mengedepankan persatuan umat yang bermula dari rumah ibadah.

Di mata Aipda Adil, masjid punya fungsi yang jauh lebih luas dari sekadar tempat ritual ibadah. Tempat ini adalah episentrum pembentukan akhlak, rajutan persaudaraan, ruang edukasi, tempat bermusyawarah, hingga pusat kepedulian sosial. Dari rahim masjid lahirlah tatanan masyarakat yang saling peduli dan kompak membentengi wilayah mereka dari gangguan kamtibmas.

"Masjid yang hidup dan makmur akan menular pada makmurnya hati para jamaah. Ketika hati sudah terpaut pada iman dan takwa, maka otomatis akan lahir masyarakat yang jujur, saling menghargai, serta menjauhi penyakit masyarakat seperti maksiat, narkoba, judi, hingga aksi kriminalitas. Dari sanalah kedamaian akan tumbuh secara organik," jelasnya.

Lebih dalam ia mengulas, Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menegaskan dalam Surah Al-'Ankabut ayat 45 bahwa salat adalah tameng dari perbuatan keji dan mungkar. Ditambah lagi dengan Surah At-Taubah ayat 18 yang menggarisbawahi bahwa perawat kemakmuran masjid adalah mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir, tertib salat, menunaikan zakat, serta hanya takut kepada Sang Khalik.

Nilai-nilai teologis inilah yang melandasi Polres Pelabuhan Makassar untuk terus menggaungkan program Safari Memakmurkan Masjid, sebagai strategi jitu membangun masyarakat yang religius sekaligus mempertebal sistem keamanan lingkungan.

"Kami sangat percaya, ketika masjid-masjid makmur oleh salat berjamaah, ikatan persaudaraan dan kepedulian sosial akan menguat dengan sendirinya. Polri tentu tidak bisa berdiri sendiri; kamtibmas yang ideal hanya bisa lahir dari masyarakat yang bertakwa dan punya rasa saling menjaga," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Aipda Adil juga mengetuk hati masyarakat agar tidak lagi menunda-nunda waktu salat ketika mendengar panggilan adzan.

"Mari kita rem sejenak urusan duniawi saat adzan berkumandang. Langkahkan kaki ke masjid, luruskan saf, dan perbanyak doa di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Semoga negeri kita selalu dijaga dalam kedamaian dan keberkahan. Biarlah Polri yang hadir menjaga keamanan lahiriah, sementara keimanan Anda semua yang menjadi benteng keamanan batin," pungkas Aipda Adil hangat.

Agenda spiritual yang dikemas dalam Safari Memakmurkan Masjid ini pun menuai apresiasi tinggi dari jamaah dan pemuka agama setempat. Mereka menaruh harapan besar agar program ini terus bergulir konsisten, karena terbukti efektif menghidupkan syiar Islam, mempererat tali ukhuwah, sekaligus memperkokoh sinergi antara polisi dan warga demi mewujudkan lingkungan yang sejuk, aman, dan diridhai Allah Subhanahu Wa Ta'ala. (*)