SOROTMAKASSAR - MAKASSAR.
Kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Manuruki VI, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar mendadak gempar pada Minggu (14/6/2026) malam. Sebuah tragedi berdarah terjadi di dalam kamar kos, di mana seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) muda bernama Alda (24) meregang nyawa setelah diduga dibunuh oleh suaminya sendiri, Armin (26).
Peristiwa memilukan ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.30 WITA. Kasus ini terungkap berawal dari kepanikan orang tua pelaku, Syamsuni Dg Nompo (44), yang menjadi saksi kunci pelarian anaknya.
Kronologi Kejadian: Pelukan Berdarah Sang Anak
Malam yang tenang berubah mencekam ketika Armin tiba-tiba mendatangi ibunya sekitar pukul 20.40 WITA. Dengan kondisi pakaian dan tubuh dipenuhi bercak darah, Armin langsung memeluk erat sang ibu. Kepada Syamsuni, Armin melontarkan kalimat membingungkan bahwa dirinya telah ditikam oleh istrinya.
Namun, sesaat setelah melepaskan pelukan, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai 'cleaning service' tersebut langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Melihat kondisi anaknya dan menyadari ada yang tidak beres, Syamsuni langsung berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar. Teriakan tersebut memecah keheningan malam, hingga akhirnya warga berkumpul dan segera menghubungi Ketua RT setempat.
Respons Cepat Aparat Kepolisian
Mendapat laporan dari warga pada pukul 20.46 WITA, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tamalate langsung bergerak cepat. Tepat pukul 21.00 WITA, petugas Bhabinkamtibmas, Babinsa Kelurahan Mannuruki, serta Personel Resmob yang dipimpin langsung oleh Panit Resmob, Iptu Sangkala, SH, tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Aparat bergerak taktis guna mengamankan lokasi kos-kosan yang mulai dipadati warga yang penasaran. Tak lama berselang, pada pukul 21.15 WITA, Tim Inafis Polrestabes Makassar di bawah pimpinan Aipda Iksan tiba untuk melakukan identifikasi awal.
Petugas kemudian membuka paksa kamar kos korban pada pukul 21.20 WITA untuk melakukan olah TKP. Di dalam kamar itulah, korban Alda ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Untuk memperkuat proses penyelidikan medis, Tim Dokpol Polda Sulsel yang dipimpin oleh Ipda Sultan juga dikerahkan ke lokasi pada pukul 21.30 WITA guna memeriksa kondisi jenazah.
Diduga Kuat Akibat Faktor Ekonomi
Proses olah TKP yang mendalam berlangsung selama kurang lebih dua jam. Setelah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad korban, Tim Inafis Polrestabes Makassar serta Tim Dokpol Polda Sulsel akhirnya meninggalkan lokasi kejadian pada pukul 23.20 WITA. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Berdasarkan analisis sementara dari pihak kepolisian, konflik berdarah pasangan suami istri muda ini diduga kuat dipicu oleh faktor ekonomi. Tekanan finansial disinyalir menjadi pemantik pertikaian hebat yang berujung pada tindakan nekat Armin menghabisi nyawa istrinya.
Hingga menjelang tengah malam pukul 23.55 WITA, situasi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan telah kembali kondusif dan normal. Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pemantauan intensif, melaporkan perkembangan kasus ke pimpinan atas, serta memburu pelaku Armin yang kini buron. (*)