SOROTMAKASSAR - MAKASSAR.
Jalannya registrasi Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan langsung dihujani kritik tajam. Sejumlah peserta melayangkan protes keras karena meja pendaftaran tak kunjung dibuka, meski waktu sudah melewati jadwal resmi yang dirilis oleh panitia.
Merujuk pada agenda yang ada, batas akhir registrasi—baik bagi peserta penuh maupun peninjau—seharusnya ditutup pada Selasa (2/6/2026) pukul 08.00 Wita. Namun ironisnya, hingga pukul 08.30 Wita, belum tampak batang hidung satu pun panitia di meja registrasi Graha Pena Makassar, lokasi utama Konferprov.
Kondisi "meja kosong" ini sontak memicu gelombang kekecewaan dari para peserta. Banyak dari mereka yang sengaja datang sangat awal demi mematuhi regulasi dan memastikan tidak ketinggalan satu pun tahapan konferensi.
Salah satu protes keras datang dari Ardhy M. Basir, peserta Konferprov PWI Sulsel. Jurnalis senior ini mengaku sudah merapat ke Graha Pena sejak pukul 07.00 Wita lantaran tak ingin melewati tenggat waktu registrasi yang digariskan panitia.
"Saya sengaja tiba jam 7 pagi karena khawatir terlambat. Tapi kenyataannya, menjelang batas akhir waktu pendaftaran, belum ada satu pun panitia yang siap melayani," sesal Ardhy dengan nada kecewa.
Kekesalan serupa juga disuarakan oleh Kadir, peserta delegasi dari PWI Gowa. Ia membeberkan bahwa hingga jarum jam menunjukkan pukul 08.30 Wita, proses registrasi masih mandek dan belum berjalan normal.
Ia menilai, panitia pelaksana sangat tidak konsisten dalam menegakkan aturan yang justru mereka rancang sendiri.
"Ini panitia tidak becus bekerja. Mereka yang bikin aturan jadwal, tapi mereka sendiri yang mengangkanginya," kritik Kadir berang.
Menurut pantauan langsung di arena Konferprov, aktivitas registrasi memang masih membeku hingga pukul 08.30 Wita. Molornya agenda ini membuat banyak peserta mulai meragukan profesionalisme dan kesiapan panitia dalam mengawal hajat besar organisasi wartawan tersebut.
Hingga laporan ini diturunkan, jajaran panitia Konferprov PWI Sulsel masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi terkait sengkarut keterlambatan registrasi yang dikeluhkan ini.
Belum ada alasan logis mengapa meja pendaftaran belum juga dibuka meski waktu krusial sudah terlewat. Alhasil, atmosfer di lokasi penuh dengan kasak-kusuk kekecewaan peserta yang terlantar sembari menunggu kejelasan dimulainya rangkaian acara Konferprov PWI Sulsel 2026. (*)