Langkah Berani Prabu Pinisi Indonesia: Segarkan Pengurus untuk Eksekusi Program Berdampak Nyata

SOROTMAKASSAR - MAKASSAR, Menandai dua tahun kiprahnya di tanah air, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Prabu Pinisi Indonesia (PPI) menggelar perayaan syukur yang meriah. Tak sekadar potong tumpeng, momentum berharga ini juga dirangkaikan dengan peluncuran program kerja strategis 2026 serta pelantikan pengurus Pergantian Antar Waktu (PAW), yang berlangsung di Lantai 6 Hotel Almadera, Jl. Somba Opu, Kota Makassar, Senin (25/5/2026) sore.

Di hadapan puluhan kader dan pengurus yang memadati ruangan, Ketua Umum DPP PPI, Kol. (Purn.) Darmainus Kongres, SE, MM, menegaskan bahwa perombakan kabinet organisasi periode 2026-2029 ini merupakan langkah krusial. Strategi tersebut diambil demi merespons dinamika global yang fluktuatif sekaligus mempercepat laju pembangunan nasional.

"Rekonsolidasi internal ini dirancang agar struktur organisasi kami menjadi lebih lincah, taktis, dan mampu memberikan dampak konkret bagi publik. Terlebih lagi, fondasi PPI dibangun di atas komitmen suci untuk mengawal lahirnya Indonesia yang maju, mandiri, dan berkeadilan. Ini adalah peta jalan kami menuju gerbang Indonesia Emas 2045," ujar Darmainus dengan optimis.

Purnawirawan TNI tersebut menambahkan, sepanjang periode 2026 hingga 2030, lanskap global diprediksi masih akan dihantam berbagai disrupsi multidimensi. Mulai dari bayang-bayang inflasi, ketidakpastian ekonomi, ketegangan geopolitik, hingga masifnya teknologi informasi yang mengubah tatanan sosial-politik masyarakat.

Guna mengantisipasi tantangan besar tersebut, PPI mengambil langkah taktis dengan menyegarkan struktur kepengurusan. Langkah berani ini diharapkan mampu melahirkan jajaran nakhoda organisasi yang solid, inovatif, dan responsif dalam mengeksekusi setiap visi dan misi besar lembaga.

Memasuki paruh kedua tahun ini, PPI pun bersiap tancap gas memamerkan rangkaian program kerja unggulan. Salah satunya adalah Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata di Bulukumba pada awal Juli 2026, sebuah program penguatan kapasitas lokal berbasis 'Destination Management Organization' (DMO) yang berkolaborasi dengan NGO internasional, PUM Netherlands.

Tak berhenti di situ, PPI juga siap menggebrak lewat Festival Pecinan pada 5-9 Agustus 2026, sebuah pesta akbar yang memadukan harmoni budaya dan ekonomi lewat Bazar Kuliner Nusantara dan Oriental. Acara tersebut akan diperkaya dengan Dialog Bisnis Eksklusif bertema "Suksesi Kepemimpinan Bisnis ala China" serta Seminar 'Women In Tourism 2026'.

Menutup pidatonya, Darmainus menegaskan kembali identitas PPI sebagai wadah yang inklusif, terbuka, dan hangat. PPI berkomitmen penuh untuk terus membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya bagi sektor UMKM, pelaku ekonomi kreatif, kalangan akademisi, politisi, hingga praktisi profesional demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (*)