SOROTMAKASSAR - MAKASSAR, Nafas pengabdian kepada masyarakat kembali dibuktikan oleh DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Provinsi Sulawesi Selatan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui dukungan penuh dalam agenda Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan (Baksos & Bakes) yang diinisiasi oleh Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) Makassar.
Aksi kemanusiaan yang mengusung tajuk "Bakti TNI AL Kodaeral VI Program Laut Bersih" ini dipusatkan di Pulau Kodingareng Lompo, Makassar, pada Rabu (29 April 2026) lalu.
Agenda Baksos diisi dengan pendistribusian paket sembako bagi penduduk pulau serta aksi kolektif membersihkan kawasan pesisir pantai dari sampah.
Di sisi lain, layanan Bakes menghadirkan akses medis mulai dari pengobatan umum dan gigi hingga khitanan massal di Puskesmas Kodingareng Lompo. Sementara itu, keceriaan terpancar di SD Kodingareng Lompo saat para siswa mendapatkan edukasi kesehatan serta pemeriksaan gigi secara cuma-cuma.
Momentum ini semakin semarak dengan kehadiran program dari Community Dental Service yang bertajuk "Saling for Smiling."
Sinergi lintas sektor ini menjadi bukti otentik betapa kuatnya komitmen para pemangku kepentingan dalam melayani masyarakat secara langsung.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Komandan (Wadan) Kodaeral VI, Laksamana Pertama TNI Dr. Arya Delano, SE, M.Pd, M.Han, jajaran pimpinan Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia, serta Pembimas Buddha Sulsel, Sumarjo, S.Ag, MM.
Turut hadir mewakili Wali Kota Makassar yakni Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, yang berdampingan dengan Ketua DPD Walubi Sulsel, Henry Sumitomo, beserta delegasi Walubi serta sekitar 200 dokter gigi anak dari berbagai penjuru tanah air.
Sebagai bentuk kepedulian yang konkret, DPD Walubi Sulsel menyerahkan bantuan perangkat medis dan alat khitan kepada Kodaeral VI, yang terdiri dari: 1 unit 'medical sterilization disinfection', 2 unit 'cauter electric', serta 3 set perangkat bedah minor (hecting set).
Prosesi penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Ketua DPD Walubi Sulsel kepada Wadan Kodaeral VI, disusul dengan pembagian mie instan bagi warga pesisir sebagai pelengkap bantuan sosial tersebut.
Henry Sumitomo berharap agar perangkat kesehatan yang diberikan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi warga. Bantuan ini diharapkan mampu menjadi pilar pendukung dalam meningkatkan kualitas serta aksesibilitas layanan kesehatan lokal.
Meski terlihat sederhana, bantuan tersebut merupakan simbol dari rajutan kebersamaan, perhatian mendalam, dan kasih sayang yang tulus terhadap sesama manusia.
"Kolaborasi ini adalah manifestasi nyata dari empati kita terhadap sesama, sekaligus mempererat ikatan gotong royong antar seluruh elemen bangsa," ujar Ketua DPD Walubi Sulsel.
Langkah ini juga dipandang sebagai penerapan langsung dari konsep Dharma Agama dan Dharma Negara yang senantiasa dijunjung oleh DPD Walubi Sulsel.
Prinsip tersebut menyelaraskan pengabdian spiritual berdasarkan ajaran Buddha dengan tanggung jawab moral sebagai warga negara yang cinta tanah air.
"Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara, kita menyatukan nilai spiritualitas dan semangat kebangsaan dalam satu wadah pelayanan," tambah Henry dengan tegas.
Senada dengan hal tersebut, Wadan Kodaeral VI menekankan bahwa kemitraan dengan berbagai organisasi, termasuk Walubi Sulsel, adalah kekuatan utama dalam memperluas jangkauan pelayanan publik.
Apresiasi tinggi juga datang dari Pembimas Buddha Sulsel atas partisipasi aktif dan kontribusi material yang diberikan oleh DPD Walubi Sulsel dalam agenda TNI AL ini.
Menurutnya, aksi ini adalah implementasi luhur dari ajaran Buddha, yang mengedepankan cinta kasih, kepedulian sosial, dan kemuliaan dalam berbagi.
"Ini adalah wujud nyata semangat menebar kebajikan dalam rangkaian Vesakha Sananda 2570 Buddhist Era (BE). Sebuah persembahan kasih menyambut Hari Trisuci Waisak yang akan jatuh pada 31 Mei 2026 mendatang," pungkas Pembimas Buddha Sulsel. (*)