Gema Daulat Rakyat di Karebosi: Appi Kukuhkan Ribuan Pilar Pengabdi Makassar

SOROTMAKASSAR – MAKASSAR. Cakrawala biru yang membentang luas di atas Lapangan Karebosi pada Selasa (31/12/2025) seakan menjadi saksi bisu atas momentum sakral pengukuhan barisan pengurus RT/RW se-Kota Madya Makassar. Dalam atmosfer yang sarat akan khidmat, H. Munafri Arifuddin, S.H., Wali Kota Makassar periode 2025–2030, secara resmi melantik 6.032 ketua RT/RW terpilih yang merepresentasikan denyut nadi dari 15 kecamatan serta 153 kelurahan.

Manifestasi Demokrasi Arus Bawah yang Autentik

Dalam pidato perdananya yang menggugah, figur yang karib disapa Appi ini melayangkan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran panitia pemilihan langsung. Ia menggarisbawahi bahwa peristiwa kolosal ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Makassar, di mana esensi demokrasi benar-benar bersemi dan tumbuh kokoh dari lapisan masyarakat paling mendasar atau grassroots.

"Hari ini, kita memahat sejarah baru. Era di mana pemimpin lingkungan ditentukan oleh selera penguasa telah usai. Kini, mereka hadir sebagai representasi murni keinginan warga—sebuah bukti otentik bahwa mandat rakyat adalah kedaulatan tertinggi yang tak tergoyahkan di kota ini," pungkas Appi dengan nada tegas.

Integritas: Garda Terdepan Manifestasi Pemerintahan

Sang Wali Kota menekankan bahwa peran RT/RW melampaui sekadar struktur birokrasi administratif; itu adalah jabatan sosial yang memikul beban moral kolektif. Sebagai penyambung lidah kebijakan, RT/RW merupakan etalase atau "wajah" pemerintah kota yang bersinggungan langsung dengan dinamika harian masyarakat.

Beberapa urgensi krusial yang digarisbawahi dalam amanatnya meliputi:

  • Menjaga Marwah Integritas: Appi memberikan atensi khusus agar tidak ada lagi residu ketidakadilan dalam pelayanan. RT/RW harus bertransformasi menjadi muara solusi, bukan justru menjadi pemicu friksi di tengah warga.

  • Harmonisasi Birokrasi: Diperlukan sinergi yang selaras dengan pihak Kelurahan dan Kecamatan guna menjamin pelayanan publik terdistribusi secara merata tanpa sekat hambatan.

  • Presisi Data: Mantan nahkoda PSM Makassar ini turut mengingatkan perihal 9 indikator kinerja yang ketat. Ia menuntut kejujuran data sebagai fondasi intervensi pembangunan dan bantuan sosial yang akurat, sehingga tidak ada satu pun warga yang teralienasi akibat anomali administratif.

"Muliakan Makassar" sebagai Nafas Perjuangan

Ritual pelantikan tersebut dipungkasi dengan pekikan semboyan yang membakar gelora perjuangan. "RT/RW Kota Makassar!" seru Wali Kota, yang segera disambut dengan gemuruh jawaban serentak dari ribuan pengabdi rakyat, "Muliakan Makassar!"

Eksistensi acara ditutup dengan sesi dokumentasi yang hangat antara Wali Kota, Wakil Wali Kota Ibu Aliyah Mustika Ilham, serta jajaran tamu kehormatan lainnya dalam suasana penuh keakraban.

Asa Kolektif dari Lini Kelurahan

Selaras dengan visi besar Wali Kota, Lurah Kunjung Mae, Syafruddin S.E, M.M., secara terpisah menyuarakan ucapan selamat kepada para warganya yang kini resmi memanggul amanah. Ia menaruh harapan besar agar kolaborasi antara otoritas kelurahan dan pengurus RT/RW yang baru dapat mengeskalasi laju pembangunan di wilayah Kunjung Mae menjadi lebih progresif, berkeadilan, dan inklusif.