Buku ke-21 Karya Syahrul Yasin Limpo Diluncurkan di Hotel Melia

SOROTMAKASSAR -- Makassar.

Buku ke-21 hasil karya DR. Syahrul Yasin Limpo, SH, MSi, MH (SYL) yang berjudul "Dialektika - Aku, Pembuktian, dan Arahku" diluncurkan Sabtu (16/03/2019) malam di Hotel Melia Jln A. Mappanyukki Makassar.
Acara launching buku yang dihadiri ratusan undangan itu, diwarnai pula dengan bedah buku yang menampilkan sejumlah pembicara dari kalangan akademisi, budayawan dan seniman.

Para pembicara yang tampil pada kesempatan itu, selain Syahrul Yasin Limpo sendiri, juga tampak Prof. DR. Hamdan Yuhannis, Alwy Rachman dan Yudhistira Sukatanya.

Menurut Ketua Penyelenggara, Agus Sumantri, seorang pembicara berhalangan hadir, yakni Dr Saifuddin Al Mughniy yang sedang mengunjungi anaknya sakit di Yogyakarta.

Bertindak sebagai moderator pada sesi bedah buku, adalah Ichsan Faturahman, penyiar Radio Suara Celebes. Sementara undangan dari unsur akademisi, tokoh masyarakat dan pers, diantaranya Soeprapro Budisantoso, Asmin Amin, Andi Suryadi Culla, Iqbal Latief, Syamsuddin Umar, dan Mulawarman.

Soeprapto Budisanriso sebagai kerabat SYL ketika menanggapi buku yang diluncurkan, mengakui SYL selalu membukukan buah pikiran dan kebijakan-kebijakan yang menjadi pilihannya untuk terus mengusahakan perbaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara Prof. DR. Hamdan Yuhannis menilai buku ke-21 dari SYL ini masih kurang tebal. Masih perlu ditambah halamannya karena berisi kearifan dan motivasi bagi generasi millenial. Ini cocok sebab tulisannya singkat-singkat dan padat.

Lain lagi penilaian pembicara Yudhistira Sukatanya, menurutnya kata-kata SYL telah lahir dari dalam diri pribadi yang pikiran, perasaan, hati bahkan jiwanya memiliki ikatan yang kokoh dan kuat dengan Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Kuat, dan Maha Pencipta atas kehidupan ini, maka kata-kata yang lahir dari ungkapan ini akan mampu menembus pikiran, perasaan, jiwa dan hati seseorang. 

"Kata-kata dan bahasa dalam buku SYL ini baik-baik saja. Apakah kalimat SYL dalam bukunya sebuah aforisma ? Berupa suatu pernyataan ringkas, tajam, memberi arah dan mudah diingat ? Kata-kata dalam frasa yang memiliki kekuatan pikiran, perasaan, jiwa dan hati. Pembacanyalah yang akan mengapresiasi dengan mengoptimalkan daya interpretasinya," kata Yudhistira.

Di penghujung acara, SYL berkesempatan menyanyi untuk menyemarakkan acara yang dirangkaikan pula dengan perayaan ultahnya ke-64. Dan di sesi akhir, seluruh undangan mendapatkan buku ke-21 karya Syahrul Yasin Limpo. (rk)