Pemerhati Sosial Tana Luwu, Tidak Setuju Paguyuban Orang Toraja yang Sudah Ada Dilebur


SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara

Paguyuban atau organisasi orang Toraja yang sudah ada di Tana Luwu puluhan tahun kenapa mau disatukan atau dilebur, silahkan bentuk kembali PMTI. Tidak bisa dilebur.

Hal tersebut disampaikan Pemerhati Sosial Tana Luwu Andreas Tandi Lodi dan Ketua IKAT Kabupaten Luwu Timur..Yudha serta Ketua IKAT Kabupaten Luwu Utara Marthina Simon pada media ini via telepon celular, Kamis 3 Maret 2022.

"Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) yang sudah, kenapa mau disatukan atau dilebur, ini ada apa," sebut mereka bertiga via celular pada media ini.

Hal tersebut diungkapkan Ketua IKAT Luwu Timur Yudha Pabutungan bahwa, kami IKAT di Bumi Batara Guru tak mau dilebur, silahkan bentuk PMTI, tapi IKAT yang sudah ada selama ini, kami tak mau dibubarkan atau dilebur," sebutnya.

Begitu juga Ketua IKAT Luwu Utara Marthina Simon juga mengungkalkan silahkan bentuk PMTI di Luwu Utara, tapi IKAT yang sudah kami tak mau dilebur.

Sementara Pemerhati Sosial Tana Luwu Andreas Tandi Lodi pada media oni menjelaskan bahwa, " tolong dikaji secara dalam, PMTI itu ada ada di rantauan seperti Papua, Pulau Jawa, Kalimantan atau ditempat lain perantauan, nah ini kan mereka-mereka itu Diaspora/perantau.

" Tapi orang Toraja yang ada di Tana Luwu bukan Diaspora, karena ada juga orang Toraja yang ada di kampungnya sendiri yakni Tana Luwu," sebutnya.

Temu konsolidasi untuk persiapan penyatuan paguyuban menjadi PMTI," tidak menghadirkan tokoh tokoh Orang Toraja di Tana Luwu, hanya segelintir orang saja," tandasnya.(yustus)