SOROTMAKASSAR -- Makassar.
Almarhum KH. Nasruddin Razak, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Periode 2000-2005, yang wafat Jumat, (06/08/2021) pukul 08.20 pagi lalu, membawa duka mendalam bagi warga persyarikatan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, termasuk Ketua Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPS PWM) Sulsel, Drs. HM. Arfah Bas'ha, M.Pd.I.
Kepada media, pada Senin, (09/08/2021), Arfah Bas'ha menyatakan duka mendalam dan kehilangan atas meninggalnya KH.Nasruddin.
Dia mengatakan, cukup banyak kenangan dan kesan ketika bersama almarhum. Dikesankan, ketika PWM Sulsel periode 1985-1990, almarhum menjadi Ketua Majelis Pendidikan dan Kebudayaan.
"Waktu itu saya dampingi sebagai sekretaris, bersama beliau keliling daerah melantik Kepala Sekolah dan mengadakan pelatihan guru dan kepala sekolah," kata Arfah.
"Almarhum memiliki komitmet yang kuat. Saya sendiri ketika itu selain Sekretaris Maj. PK, juga sebagai pengurus Pendikan Kader, bidang Perkaderan PWM, dan merangkap Wakil Ketua I, PW Pemuda Muhammadiyahh SulSel," lanjutnya.
Saat itu, kenangnya, terkadang ada sedikit masalah pada saat akan terjadi pergantian Kepala Sekolah. Karena sebelumnya, Kepada Sekolah tidak tertib periodenya.
"Namun sejak periode kepengurusan PWM 1985-1990, mulai ditertibkan masa periode yaitu 4 tahun berakhir sesuai tanggal penetapan 4 tahun kemudian termasuk draf SK Kepala Sekolah dimulai dari periode kami," ungkapnya.
Arfah melanjutkan, sebelum pelantikan almarhum mulai jelaskan tentang Muhammadiyah, aturan yang berlaku, dan jabatan hanya merupakan amanah. Sehingga, bila semua menyadari hal tersebut, akan menciptakan harmonisasi dan kedamaian dalam mengurus Muhammadiyah dan amal usaha, seperti sekolah.
"Dimasa itu terkadang ke daerah berdua almarhum dengan menggunaksn mobil sewa carter," kenangnya. (yahya).