SOROTMAKASSAR -- Makassar.
Anggota MPR RI Dr. H. Ajiep Padindang, SE, MM, melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika), kini memasuki ke segmen tokoh pemuda bekerja sama dengan Karang Taruna Kota Makassar, yang berlangsung di Café Bahagia, Kota Makassar (07/12/2020).
Turut hadir dalam Sosialisasi tersebut, Sekretaris Karang Taruna Provinsi Sulsel, Ir. Zaenal Arifin, MM, Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Irwan Ade Saputra, STp, MSi, dan pengurus Karang Taruna Provinsi, Kota, Kecamatan, dan Kelurahan se-Kota Makassar, serta diikuti 150 peserta dengan menerapkan standar protokol kesehatan.

Seperti biasa, Ajiep Padindang menyampaikan, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI adalah program MPR RI untuk memasyarakatkan Pancasila sebagai Dasar Negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
"Empat Pilar tersebut sesunguhnya merupakan Konsesus Nasional untuk menyatukan Bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk," sambungnya.
Dihadapan peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, mantan Ketua Karang Taruna Sulsel dua periode tersebut mengajak warga Karang Taruna menjaga rasa nasionalisme dan jati diri bangsa yang harus dimulai dari kesadaran diri sendiri, keluarga dan seterusnya ke masyarakat.
"Memupuk rasa nasionalisme dan jati diri bangsa dapat dilakukan dengan suatu gerakan cinta tanah air dan nilai-nilai kebangsaan. Karenanya nilai-nilai tersebut harus kita jaga, lestarikan, dan dimasyarakatkan demi persatuan dan kesatuan bangsa." tandas Ajiep.
Lebih lanjut, Ajiep Padindang, menyampaikan Pendidikan karakter melalui penanaman nilai-nilai Pancasila tidak terbatas pada transfer
pengetahuan mengenai nilai-nilai yang baik, tetapi menjangkau bagaimana memastikan nilai-nilai Pancasila tersebut tetap tertanam dan menyatu dalam pikiran serta tindakan.
Anggota MPR RI Ajiep Padindang, juga mengingatkan, disaat kondisi bangsa menghadapi berbagai tantangan, peran pemuda sangat diharapkan. Pemuda sebagai populasi terbesar penduduk Indonesia saat ini mesti mengambil peran sentral dalam berbagai bidang.
"Pemuda harus menghayati dan mengamalkan PANCASILA, Pemuda yang menjadi pengawal Konstitusi UUD NRI Tahun 1945, Pemuda yang bertanggungjawab pada NKRI, Pemuda yang menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara untuk membina kebersamaan dan persatuan” pungkas Anggota MPR RI bergelar Doktor tersebut. (rk)