SOROTMAKASSAR -- Makassar.
Kabupaten Bone meraih dua juara lomba bertema “Wajah Penggunaan Bahasa Indonesia” yang dilaksanakan di Balai Bahasa Sulawesi Selatan menyambut Bulan Bahasa 2020 yang diumumkan di Hotel Swiss Bel, Makassar, Selasa (06/10/2020).
Dua nomor terbaik itu masing-masing urutan I Kelompok Sekolah yang jatuh pada SMP Negeri 7 Watampone dan Rumah Sakit Hafsah Kabupaten Bone untuk kelompok lembaga swasta.
Hasil lengkap penilaian lomba tersebut, masing-masing : Kelompok Sekolah Menengah Pertama : 1. SMP Negeri 7 Watampone, 2. SMP Negeri 3 Watansoppeng, 3. SMP Swasta Angkasa Makassar, 4. SMP Negeri 2 Pangkajene, dan 5. SMP Negeri 5 Sinjai.
Kelompok Kantor Bupati/Wali Kota : 1. Kantor Bupati Gowa, 2. Kantor Bupati Takalar, 3. Kantor Bupati Maros, 4. Kantor Wali Kota Palopo, dan 5. Kantor Bupati Barru.
Kelompok Lembaga Swasta : 1. Rumah Sakit (RS) Hafsah Kabupaten Bone, 2. RS Maryam Kabupaten Takalar, 3. Klinik Harapan Bunda Tana Toraja, 4. Rumah Sakit Ibu dan Anak Yasira Bulukumba, dan 5. RS Fatma Kota Parepare.
Kelompok Media cetak : 1. Harian Rakyat Sulsel, 2. Harian TribunTimur, dan 3. Koran Radar Sulbar. Para pemenang selain memperoleh sertifikat dan plakat, juga hadiah uang pembinaan berupa masing-masing Rp 7 Juta, Rp 6 Juta, Rp 5 juta, Rp 4 Juta, dan Rp 3 juta.
Khusus untuk media cetak diikuti 10 media cetak, selain para pemenang, juga Radar Makassar, Harian Fajar, Radar Selatan, Parepos, Sulbar Ekspres, Bertita Kota Makassar, dan Upeks.
Kepala Balai Bahasa Sulawesi Selatan Dra. Zainab, M.Hum mengatakan, acara penyerahan hadiah dan penghargaan ini bertemakan “Menjalin Indonesia dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat” dan “Berbahasa untuk Indonesia Sehat”.
“Lomba ini sebagai upaya untuk meningkatkan peran bahasa Indonesia yang harus dijunjung tinggi, bukan dijinjing,” kata Zainab. Ia menegaskan, penggunaan bahasa Indonesia di media luar ruang mencerminkan wajah Indonesia.
Padahal sesuai UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bahasa Indonesia, sudah jelas peran bahasa Indonesia. Namun kenyataannya, masih banyak dijumpai masyarakat lebih banyak menggunakan bahasa asing dibandingkan bahasa Indonesia.
“Jika kita tidak kedepankan penggunaan bahasa Indonesia, maka muruah (kehormatan) bahasa Indonesia akan hilang,” ujarnya dalam acara yang juga dihadiri mantan Kepala Balai Bahasa Sulsel Drs. Ardiyang menjadi moderator dalam diskusi yang menampilkan pemateri Dr. Asia Ramli Prapanca, M.Pd, dan Dr. Salam.
Peserta Terbaik I Duta Bahasa Putra dan Putri Sulselbar 2020 A. Muh. Ferdian Alfarabi (Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Unhas) dan Alfiah Ummah Suhaimah (Mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Unhas) bertindak sebagai pemandu acara penyerahan hadiah yang dibarengi diskusi tersebut. (MDA)