Proyek Jalur Pedestrian Metro Tanjung Bunga, Sumber Dananya APBD Pokok atau APBD-P?

SOROTMAKASSAR – Makassar.

Sumber dana proyek Jalur Pedestrian Metro Tanjung Bunga, Makassar masih menimbulkan tanda tanya, apakah dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok Kota Makassar Tahun 2020 atau APBD-Perubahan Tahun 2020.

Ir.Zachbidin Jis Habie selaku konsultan senior di Makassar kepada media ini, Selasa (6/10/2020), mengatakan, proyek yang bakal menjadi ikon Kota Makassar ini memasuki proses pelelangan jasa konsultan dan jasa konstruksi pada akhir Agustus 2020.

Sebagaimana pengumuman di LPSE Kota Makassar, lanjut Didiek, panggilan akrab Zachbidin, dalam tayangan itu dijelaskan bahwa sumber dana APBD Pokok Tahun 2020.

“Saya ikut lelang untuk jasa konsultan, makanya saya tahu persis sumber anggaran sebesar Rp 120 miliar yang dialokasikan untuk proyek Jalur Pedestrian Metro Tanjung Bunga,” ujarnya meyakinkan terkait sejumlah masalah yang dipertanyakan Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kota Makassar, Mario David, beberapa hari lalu.

Menurut Didiek, selain tercantum dalam tayangan LPSE Kota Makassar bahwa dananya bersumber dari APBD Pokok, pelelangan berlangsung sebelum pembahasan APBD Perubahan Kota Makassar Tahun 2020.

“Makanya, saya juga kaget ketika Mario David menyebut dana Rp 120 miliar untuk Pedestrian Tanjung Bunga terkait APBD Perubahan. Namun jika itu benar, kenapa proyek ini dilelang sebelum pembahasan APBD Perubahan,” jelasnya.

Dengan munculnya pertanyaan dari Badan Anggaran DPRD Kota Makassar, Didiek mensinyalir ada upaya yang dipaksakan hingga proyek tersebut dilelang menjelang akhir tahun anggaran tahun 2020.

Dilihat dari aspek teknik dan non teknik, Didiek selaku konsultan. menyangsikan proyek ini bisa rampung hingga Desember 2020. “Kalau dimenangkan penawar terendah sebesar Rp 90 miliar lebih, berarti anggaran harus terserap per hari sebesar Rp 1 miliar jika pelaksanaan proyek selama tiga bulan, Oktober-Desember 2020. Belum lagi kebutuhan material seperti pavingblok harus didatangkan dari Surabaya,” urainya.

Dikutip di laman SINDOnews beberapa hari lalu, Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Kota Makassar, Fuad Azis telah mengajukan tiga calon pemenang ke Dinas PU Kota Makassar untuk ditetapkan salah satunya sebagai pemenang, masing-masing PT Nindya Karya, PT Adhi Karya, dan PT Bumi Karsa. Hanya lima perusahaan ikut lelang, tiga BUMN dan dua swasta. (ril)