105 Santri Ponpes Al-Fatah Magetan Tiba di Bandara Hasanuddin, Ditemukan 4 Santri Terindikasi Gejala Covid-19


SOROTMAKASSAR -- Maros.

Sebanyak 105 orang santri asal Sulsel yang mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Maros, Sabtu (18/04/2020) pagi sekitar pukul 08.20 Wita.


Kedatangan rombongan santri ini menggunakan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ-566 yang terbang dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar mendapat pantauan dan pengawasan pihak terkait.

Tampak hadir memantau diantaranya sejumlah personil Pomdam XIV Hasanuddin yang dipimpin Dansatlak Lidpam Pomdam XIV Hasanuddin, Kapten CPM Hendro Purwanto, dan juga personil BPBD Sulsel dipimpin Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulsel, Hendro.

Selain itu pula, personil dari Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel yang dipimpin Kasi Pengembangan Transportasi Dishub Provinsi Sulsel, Setiawan, kemudian personil Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dipimpin dr Lukman, dan personil BKO TNI AU serta Polsek Kawasan Bandara.

Setelah turun dari pesawat dan berada di terminal kedatangan domestik, 105 santri ini mengikuti pemeriksaan suhu tubuh dan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) yang dilaksanakan pihak KKP Bandara. Hasil pemeriksaan, sebanyak 101 santri dengan suhu tubuh normal yakni dibawah 38°C dan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) dinyatakan baik.

Sementara 4 santri ditemukan memiliki suhu tubuh diatas 38°C dan hasil pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) menunjukan indikasi gejala Covid-19. Keempat santri itu selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan ulang melalui test SWAB Tenggorokan (pemeriksaan lendir dalam tenggorokan/hidung).

Identitas keempat santri itu masing-masing, Ilham beralamat Jln Batua Raya, Toa Dg 3, Makassar, kemudian M. Nizar beralamat Jln Andi Pakanan Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Matitengai, Kabupaten Sidrap, lalu Haerum beralamat Desa Karuntungan, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, dan Agus Salim beralamat Kelurahan Rejo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur.

Keempat santri yang terindikasi awal gejala Covid-19 dibawa menggunakan ambulance KKP Bandara menuju Balai Diklat Kesehatan Provinsi Sulsel di Kota Makassar guna pemeriksaan lanjutan dengan cara SWAB atau pemeriksaan lendir pada tenggorokan dan hidung.

Sedangkan 101 santri yang suhu tubuhnya normal, sesuai kesepakatan pihak Ponpes di Sulsel dan Gugus Tugas Covid-19 Sulsel maka semua santri wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing. Sebanyak 101 santri ini pun bersama pihak keluarganya meninggalkan area Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan tujuan daerah masing-masing. (im/jw)