Kedua Orang Tua Bocah Pasien Demam Tinggi Bersyukur Dibantu Pemkab Gowa


SOROTMAKASSAR -- Gowa.

Kesehatan sang buah hati adalah impian setiap orang tua. Namun, apa jadinya jika keadaan ekonomi menjadi kendala. Sabar dan menerima kenyataan menjadi jalan satu-satunya.

Hal ini dialami Adnan Saputra bocah berusia dua tahun lebih juga warga Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Sombaopu Gowa, menderita demam tinggi dan sempat dibawa ke salah satu puskesmas hingga dirujuk ke RSUD di Gowa, Sabtu (11/04/2020) kemarin.

Keadaan ekonomi yang serba kekurangan membuat Muh Rais (40) dan Hasni (35), kedua orang tuanya, mengaku bingung.

Penyebabnya, tidak ada biaya membayar  pengobatan saat anaknya harus menjalani rawat inap. Apalagi, kartu BPJS-nya sudah tidak berlaku, karena menunggak selama dua tahun lebih.

Hasni juga ibunya saat dikonfirmasi media ini, Minggu (12/04/2020) membenarkan BPJS-nya tidak berlaku karena tidak pernah membayar.

"Iya memang tidak pernah saya bayar BPJS karena penghasilan suami tidak menentu sebagai tukang bentor," ungkap Hasni.

Mendapat informasi tentang adanya seorang pasien terkendala biaya, Kepala Dinas Sosial Gowa H. Syamsuddin Bidol, S.Sos, M.Si meminta pihak rumah sakit agar pasien tersebut tetap dirawat hingga sembuh.

"IJUK sebagai organisasi kemanusiaan diminta mengawal pasien Adnan Saputra yang saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Syekh Yusuf Gowa," harapnya.

Ia mengakui masalah biaya perawatan dan pengobatan akan ditanggung sepenuhnya Pemkab Gowa dalam hal ini Dinas Sosial Gowa.

Menurut Syamsuddin Bidol, pemberian layanan kesehatan bagi keluarga kurang mampu dilakukan terintegrasi semua SKPD  masing-masing Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, RSUD Syekh Yusuf serta  Dinas Dukcapil.

SKPD ini katanya,  merupakan satu kesatuan lembaga sosial kemasyarakatan yang peduli dengan masyarakat kurang mampu dalam pemenuhan kebutuhan dasar bidang kesehatan. (alfian)