SOROTMAKASSAR -- Makassar.
Aksi unjuk rasa dari Aliansi Universitas Hasanuddin (Unhas) Bersatu dipimpin Hendra, mahasiswa Fakultas Ekonomi, unjuk rasa di depan Pintu 1 Kampus Unhas, Jl. Perintis Kemerdekaan, Selasa (10/3/2020).
Unjuk rasa tersebut menolak Undang-Undang OMNIBUS LAW dan Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja (Cilaka).
“Kami Aliansi Unhas Bersatu menyatakan sikap menuntut dan mendesak DPR RI untuk menolak dan membatalkan pembahasan OMNIBUS LAW RUU cipta lapangan kerja, mendesak Pemerintah Indonesia tidak patuh pada kepentingan modal semata, tetapi pada kepentingan rakyat sebagai pemilik sah negara ini,” ujar Hendra.
“Tegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, menolak OMNIBUSH LAW RUU Cipta kerja sebagai konsep hukum yang akan kembali menjajah kita sebagai bangsa," demikian orasi Hendra menggebu-gebu.
Massa aksi unjuk rasa menutup seluruh badan jalan Perintis Kemerdekaan sehingga mengakibatkan kemacetan, pada pukul 17.17 Wita, massa menahan mobil Izusu sebagai panggung orasi.
Pada saat yang sama Aliansi Bara-barayya Bersatu juga turut bergabung menyuarakan penolakan terhadap OMNIBUSH LAW dan RUU Cipta kerja, sekitar pukul 17.32 Wita massa membebaskan mobil Izusu yang dijadikan sebagai panggung orasi, unjuk rasa damai dan aman. (*)