Sosialisasi Juknis PPDB Dinas Pendidikan Sulsel di Makassar


SOROTMAKASSAR -- Makassar.

Plt Kadis Pendidikan Sulsel, DR H Basri, S.Pd, M.Pd menghadiri rapat sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan se-Sulsel, di Gedung Guru Jusuf Kalla, Senin-Selasa (09-10/03/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Hery Sumiarto, SE, Kabid tingkat SMA Drs Sabri, M.Pd, Kabid tingkat SMK Dra A Ernawati, M.Pd, 12 Kepala Seksi Dinas Pendidikan Sulsel, 12 Ka UPTD, para jurnalis dan LSM, termasuk  Koordinator Formaksi Sulsel Asdar Akbar.

Basri dalam sambutannya mengatakan, kegiatan kepala sekolah tingkat Sekolah Menengah Kejuruan ini diadakan dalam rangka persiapan menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tidak lama lagi yaitu Senin-Kamis, 16-19 Maret 2020.

“Rapat ini diadakan lebih cepat, juga dibahas  Petunjuk Teknis (Juknis) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) cepat pula dilaksanakan,” jelas Plt Kadis Pendidikan Sulsel.

Lebih jauh dituturkan, ada tiga program utama yang harus dijalankan dalam waktu singkat ini, yaitu : Ujian Nasional (UN), PPDB dan Merdeka Belajar.

“Tiga program utama yang dalam waktu dekat ini akan dijalankan, dimana para Kepsek dan guru bisa memberikan kreatif inovatif di dalamnya. Sehingga, nantinya para peserta didik akan mengalami pembelajaran menyenangkan. Bila kita solid dan intens bangun komunikasi maka semuanya bisa dilakukan, termasuk pembentukan posko di tiap sekolah dan UPTD dan ketika ada masalah, juga bisa cepat terselesaikan tanpa harus ke provinsi. Itulah fungsinya Posko pengaduan dibentuk di setiap sekolah,” ujar Basri.

Di sisi lain, Koordinator Formaksi Sulsel, Asdar Akbar mengakui,  pertemuan dengan Ka UPTD, para Kepsek SMA dan SMK se-Sulsel sudah dilaksanakan. Tentunya, diharapkan para kepsek dan Ka UPTD harus menjalankan tugasnya sesuai juknis yang ada.

“Diharapkan para Kepsek dan Ka UPTD bisa segera bergerak cepat sesuai dengan Tupoksi berdasarkan juknis yang ada,” harapnya.

Ia mencontohkan, seperti pelaksanaan ujian harus dipastikan listrik dan telkom aman. Jangan sampai ujian berlangsung listrik padam

“Tiap kepsek harus memeriksa sarana dan prasarana yang ada, agar nantinya tidak ada lagi halangan dihadapi peserta didik,” katanya.

Sambung Asdar, karena itu Plt Kadis Pendidikan Sulsel harus mengecek dan memantau apa Posko di setiap SMA, SMK dan UPTD sudah ada. Hal ini penting untuk memastikan suksesnya tiga program utama ; Ujian Nasional, PPDB, dan Merdeka Belajar.

Ditambahkan, khusus Merdeka Belajar, ini adalah program kebijakan baru dari Kemendikbud RI, dicanangkan oleh Menteri Pendidikan RI, Nadiem Anwar Makarim. Dimana para pendidik diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang bahagia dan enjoy, tanpa dibebani pencapaian skor atau nilai tertentu.

“Kadisdik Sulsel harus meninjau langsung persiapan tiap sekolah, agar tiga program utama, dimana di dalamnya terdapat program merdeka belajar yang merupakan  kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), bisa berjalan dengan baik,” tutupnya. (alfian)