Dari Titik Terendah Menuju Miliaran Rupiah: Menyemai Harapan Baru Bersama Biogreen Science di Makassar

SOROTMAKASSAR – MAKASSAR. Ruang Onyx di lantai dua Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, menjadi saksi bisu berkumpulnya puluhan pencari harapan pada Rabu sore (29/7/2026). Seusai gema azan ashar berkumandang sekitar pukul 15.30 WITA, gelaran Business Opportunity Pioneer (BOP) yang diusung Biogreen Science resmi dimulai. Acara ini bukan sekadar presentasi bisnis biasa, melainkan panggung kisah ketangguhan dan transformasi hidup.

 Suasana hangat langsung terasa saat salah satu perintis Biogreen di Makassar, Hasniah, Ph.D. selaku Master of Ceremony (MC), membuka acara bersama. Dan Andriani Rusdin, STP.—atau yang akrab disapa Endang menjadi Dua sosok srikandi inilah yang gigih membawa dan memperkenalkan Biogreen ke Tanah Daeng, meskipun di awal perjuangan mereka harus memulainya dari Kota Bali sebelum akhirnya mantap kembali ke Makassar.

 Perusahaan pemasaran jaringan (direct selling) terkemuka di Indonesia ini hadir membawa misi besar sesuai tagline-nya: “Raih 1 Miliar Pertama Bersama Biogreen Science”. Namun, impian itu tak lagi terasa mengawang saat Master Story Yana naik ke atas panggung.

 Di hadapan para peserta, Yana membagikan rekam jejak kehidupannya yang tak mudah. Beberapa tahun lalu, usahanya gulung tikar hingga menyisakan kehancuran finansial. Hidup bertumpu di rumah kontrakan sederhana, bahkan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan kuliah anak-anaknya saja ia harus memeras keringat dalam ketidakpastian.

 Namun, roda kehidupan berputar ketika ia mengenal Biogreen Science dari ajakan temannya. Hanya dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun, kehidupannya berbalik total. Yana tak hanya mampu membeli rumah dan kendaraan pribadi, tetapi juga mencukupi segala kebutuhan anak dan istrinya secara terjamin, bahkan mencetak omset hingga miliaran rupiah.

 Dalam presentasinya yang bernas, Yana membedah alasan mendasar memilih Biogreen Science dan mengapa bisnis ini memiliki kelas tersendiri yang membedakannya dari jaringan MLM konvensional.

 "Cara pandang yang tepat justru memberikan kebanggaan saat kita bertemu orang lain. Kekuatan kita ada pada kualitas dan keunikan produk yang bukan sekadar suplemen, vitamin, atau herbal biasa. Didukung marketing plan, potensi repeat order yang tinggi, kemudahan duplikasi jaringan, hingga peluang jangka panjang. Apalagi tahun ini perusahaan siap go public," tegas Yana bersemangat sembari mengajak peserta untuk tidak ragu melangkah.

 Suasana haru kian memuncak saat Endang (Andriani Rusdin) membagikan lembar kisah hidupnya. Di hadapan peserta BOP yang tertegun, Endang mengenang kurun waktu 2016–2017 sebagai titik terendah dalam hidupnya. Kala itu, ia harus berjuang di tengah himpitan utang, rasa malu yang mendalam, serta kondisi kesehatan diri dan anak-anaknya yang sering drop.

 Bagi Endang, hadirnya Biogreen dalam hidupnya bukanlah sebuah kebetulan belaka. "Ada tangan Tuhan yang bekerja di balik semua ini, seiring dengan doa dan harapan kuat yang selalu kami panjatkan bersama keluarga," tutur Endang yang mengusap air mata dengan tisu yang didaptnya dari salah satu peserta.

 Kisah inspiratif lain datang dari Hj. Murni. Sebelum mengenal Biogreen, ia bahkan sudah bersiap angkat kaki dan pindah ke Batam. Namun, takdir mempertemukannya dengan bisnis ini saat berada dalam kondisi paling krisis—bahkan untuk uang Rp50.000 pun ia tak punya hingga harus berjalan kaki. Kini, buah dari ketabahannya bersama Biogreen telah membuahkan hasil nyata dengan pendapatan yang menembus angka Rp12 juta.

 Daya tarik acara BOP kali ini rupanya tak hanya menggema di kawasan Sulawesi Selatan. Terbukti, beberapa peserta bahkan rela menempuh perjalanan jauh dari Provinsi Ambon demi menyimak langsung peluang dan penjelasan dalam acara ini.

 Jelang azan magrib bergema, sesi presentasi pun berujung pada sebuah pesan penuh makna dari Drs. H. Burhamzah. Tokoh yang dijuluki oleh Master Yana sebagai "mutiara tersembunyi" ini rupanya merupakan sosok di balik banyaknya calon member potensial Biogreen melalui rekomendasinya yang senyap namun konsisten.

 Kepada pewarta, Burhamzah menyederhanakan esensi dari gerakan bisnis yang tengah mereka jalankan dalam tiga pilar utama.

 "Bagi saya, Biogreen itu bermakna tiga poin penting: menjaga silaturahmi, membantu saudara-saudara kita yang sedang sakit menuju kesembuhan, dan meraih passive income untuk masa depan yang lebih baik," pungkas Burhamzah menutup perbincangan. (raka)