"Bermain Gila" Demi Perubahan: Gebrakan 10 Bulan Muh. Naim Suro Menyulap Bontolangkasa Selatan Jadi Desa Berprestasi

LAPORAN : RACHIM KALLO

Duduk santai di ruang kerjanya yang asri, Penjabat (Pj) Kepala Desa Bontolangkasa Selatan, Kec. Bontonompo, Kabupaten Gowa, Muh. Naim Suro, S.Sos, NLP, tampak antusias membagikan kisahnya. Kamis (25/12/2025), tepat 10 bulan sejak dilantik pada 14 Februari lalu, pria yang sebelumnya menjabat Sekretaris Desa selama 22 tahun ini membuktikan bahwa status "Penjabat" bukanlah penghalang untuk melahirkan terobosan besar.

"Saya harus 'bermain gila'. Artinya jangan diam. Perlihatkan bahwa ketika diberi amanah, kita mau apakan desa ini. Jangan sampai tidak ada terobosan dan hanya sama dengan yang lalu," ungkapnya tegas namun tetap rendah hati.

Dari Keraguan Menuju Puncak Prestasi

Awal masa jabatannya diwarnai tantangan besar. Baru dua bulan menjabat, ia diminta mewakili kecamatan dalam Lomba Desa. Sempat ragu karena statusnya bukan kepala desa definitif, dukungan Camat Bontonompo akhirnya membakar semangatnya. Hasilnya? Luar biasa.

Dalam waktu singkat, Bontolangkasa Selatan menyabet sederet penghargaan bergengsi:Juara 1 Lomba Desa/Kelurahan Kabupaten Gowa 17 November 2025, Juara 2 Lomba Desa (dari 2.266 Desa) Provinsi Sulawesi Selatan 13 Desember 2025, Griya Abhipraya Sombere Kemenkumham RI 17 Desember 2025 dan Pemenang Desa Brilian BRI Batch 2, 2021

5 Inovasi Unggulan: Sentuhan Lokal, Dampak Global

Kesuksesan Muh. Naim Suro berakar pada lima program inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat:
1. Gerakan Katto-Katto: Menghidupkan kembali tradisi bunyi-bunyian untuk keamanan lingkungan. Program ini viral dan selaras dengan visi "Gowa Aman" dari Ibu Bupati Gowa.
2. Parallakkengku Pasarakku: Pemanfaatan pekarangan rumah untuk tanaman produktif (sayur/buah) menggunakan barang bekas, guna menjaga ketahanan pangan keluarga.
3. A’kaddo Tangngallo (Makan Siang Bersama): Bukan sekadar makan, perangkat desa dan donatur mendatangi warga termiskin setiap bulan, membawa bantuan alat dapur, sembako, hingga ternak.
4. Anjakkala Balao (Menangkap Tikus): Solusi hama padi dengan sayembara unik. Setiap ekor tikus dihargai Rp500 dari Kades, lengkap dengan hadiah alat semprot dan uang tunai dari dinas pertanian dan peternakan Kabupaten Gowa.
5. Wisata Tabulampot: Tanaman buah dalam pot yang menghiasi sepanjang lorong desa. Menggunakan sistem bagi hasil (70% pengelola/desa, 30% warga pemelihara) saat tanaman laku terjual.

Transformasi Digital Melalui "Digides"

Tak hanya inovasi sosial, Bontolangkasa Selatan kini menjadi desa digital. Lewat aplikasi Digides, 3.800 warga terdata dalam database. Urusan surat-menyurat kini bisa dilakukan dari rumah lewat ponsel. "Outputnya bisa berupa PDF atau fisik yang diantar langsung ke rumah warga," jelas pria yang kini sering diundang menjadi narasumber success story layanan digital desa ini.

Menatap Masa Depan: Pilkades 2026?

Saat disinggung mengenai rencana maju dalam Pilkades serentak tahun 2026, Muh. Naim menjawab secara diplomatis namun penuh kesiapan.

"Saya ini ASN, prosedur tentu ada di tangan atasan. Jika diinginkan atasan, saya siap maju untuk membangun desa. Jika tidak, saya kembali mengabdi sebagai sekretaris desa. Intinya, Bismillah," ujarnya.

Baginya, segala pencapaian selama 10 bulan ini bukanlah sekadar pencitraan, melainkan kerja nyata bersama dan seluruh elemen masyarakat. Ia percaya bahwa setiap peluang harus diambil dengan penuh keberanian, karena keberhasilan sejati lahir dari kemauan untuk mencoba demi kebaikan desa. (*)