Geliat Membangun dari Rawa: Desa Bontolangkasa Selatan Tuntaskan APBDes 2025 dan Siapkan Terobosan Ekonomi 2026

Laporan : Rachim Kallo

 Di suatu pagi menjelang siang yang teduh, Kamis (25/12/2025), suasana Kantor Desa Bontolangkasa Selatan tampak hangat saat pewarta duduk ngobrol santai bersama Pj. Kepala Desa, Muh. Naim Suro, S.Sos, NLP. Di tengah perbincangan akrab tersebut, terungkap keberhasilan desa dalam menuntaskan seluruh program APBDes 2025, termasuk inovasi menyulap lahan rawa menjadi lapangan terpadu yang telah lama diimpikan warga.

 Transparansi APBDes 2025

 Berdasarkan data yang dihimpun, Desa Bontolangkasa Selatan mengelola total pendapatan sebesar Rp2.013.816.333 pada tahun 2025. Pendapatan tersebut bersumber dari:

  • Alokasi Dana Desa (ADD): Rp958.784.000
  • Dana Desa (DD): Rp919.853.804
  • Bagi Hasil Pajak & Retribusi: Rp130.178.529
  • Pendapatan Lain-lain: Rp5.000.000

 Sementara itu, total belanja desa tercatat sebesar Rp1.881.584.764. Muh. Naim Suro mengungkapkan bahwa progres kegiatan tahun 2025 telah rampung secara keseluruhan.

 Menyulap Lahan Rawa Menjadi Pusat Kegiatan

Salah satu capaian fisik paling ikonik tahun ini adalah pembangunan lapangan olahraga dan taman berukuran 17 meter x 53 meter dengan menggunakan material paving block. Menariknya, lapangan ini dibangun di atas lahan rawa (kaloro’) yang ditimbun.

 "Ini adalah aspirasi lama masyarakat yang belum pernah terealisasi. Kami tidak bisa membeli lokasi baru dengan Dana Desa, maka solusinya adalah memaksimalkan aset desa yang ada, meski itu lahan rawa. Tujuannya agar warga bisa memiliki fasilitas olahraga, sarana UMKM, dan yang terpenting adalah tempat shalat Id berjamaah agar warga desa tidak lagi terpecah di dusun masing-masing saat hari raya," jelas Muh. Naim Suro.

 Selain fisik, desa ini juga menjalankan lima program unggulan yang menyentuh langsung aspek sosial dan ekonomi:

  1. Gerakan Katto-katto
  2. Parallakkengku Pasarakku
  3. A’kaddo Tangngallo (Makan siang bersama bagi warga tidak mampu)
  4. Anjakkala Balao
  5. Wisata Tabulampot

 Menyongsong Tantangan Anggaran 2026

Memasuki perencanaan tahun 2026, Desa Bontolangkasa Selatan tengah bersiap menghadapi dinamika kebijakan pusat, termasuk rencana pengalokasian anggaran untuk Koperasi Merah Putih.

 "Jika terjadi pengalihan anggaran besar-besaran untuk koperasi di tingkat nasional, maka Dana Desa yang dikelola langsung mungkin akan berkurang signifikan. Namun, kami tetap berkomitmen melanjutkan program prioritas seperti penanganan stunting (yang selama ini dianggarkan Rp100 juta) dan program ketahanan pangan," tambahnya.

 Saat ini, program ketahanan pangan berupa budidaya 800 ekor ayam petelur yang dikelola BUMDes telah mulai membuahkan hasil dengan produksi sekitar 20 rak telur dan menjadi sumber PAD baru bagi desa.

 Apresiasi Camat Bontonompo

Camat Bontonompo, Muh. Syahrir Salam, S.Ag., M.Si, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini. Menurutnya, inovasi di Bontolangkasa Selatan sejalan dengan tagline Bupati Gowa, “Gowa Masunggu”.

 "Kami bangga dengan pola pikir inovatif Pak Desa yang mampu membangkitkan potensi desa. Program kepedulian sesama seperti makan siang bagi warga tidak mampu bukan hanya menjalankan instruksi Ibu Bupati, tapi juga bentuk ketukan hati dan perintah agama," tegas Camat.

 Camat juga mengonfirmasi bahwa seluruh wilayah Kecamatan Bontonompo akan menjalani evaluasi final kegiatan pada Jumat, 26 Desember 2025, guna memastikan seluruh program tepat sasaran dan tepat manfaat. (*)