Dorong Ketahanan Lingkungan, KKN Tematik 116 Unhas Sosialisasi Pemetaan Bencana dan Pelatihan Kompos di Maros

SOROTMAKASSAR - MAROS.

Tiga program kerja individu yang berfokus pada ketahanan lingkungan berhasil direalisasikan secara serentak oleh Mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin di Desa Benteng Gajah, Kabupaten Maros, pada Senin (3/8/2026).

Rangkaian kegiatan tersebut mencakup Pelatihan Pembuatan Komposter Rumah Tangga, Sosialisasi Pemetaan Kawasan Rawan Longsor, hingga Pemaparan Hasil Analisis Perubahan Suhu Permukaan Lahan (Land Surface Temperature/LST).

Salah satu perwakilan mahasiswa KKN, Rifqa Annisa Yusnita, kepada media ini menjelaskan pada Rabu (5/8/2026) bahwa edukasi ini dirancang untuk memperkuat pemahaman warga terkait pemetaan wilayah rawan bencana longsor sebagai langkah awal mitigasi. Di samping itu, masyarakat juga diajak memahami dinamika kenaikan suhu permukaan tanah sebagai salah satu parameter nyata perubahan iklim di wilayah setempat.

Tak hanya pembekalan materi berbasis pemetaan, warga juga dibekali keterampilan praktis mengolah sampah dapur menjadi komposter skala rumah tangga. Inisiatif ini dihadirkan guna menekan volume limbah domestik sekaligus menghasilkan pupuk organik yang ramah lingkungan.

Adapun program pemetaan LST diprakarsai oleh Rifqa Annisa Yusnita dari Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Sementara itu, kajian serta pemetaan wilayah rawan longsor dipimpin oleh Deandra Shidqya Attaliya, mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota dari Fakultas Teknik.

Di sisi lain, aksi nyata pengolahan limbah organik melalui pelatihan komposter digawangi oleh Farid Triyanto Juni, mahasiswa Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar, beserta jajaran perangkat desa dan warga setempat. Sepanjang sesi berlangsung, partisipasi aktif terpancar dari banyaknya interaksi serta pertanyaan seputar pemanfaatan data peta dan teknik pembuatan kompos cair maupun padat.

Tingginya keterlibatan warga menjadi sinyal positif atas berkembangnya kesadaran kolektif masyarakat Benteng Gajah terhadap isu kebencanaan, adaptasi iklim, dan kelestarian lingkungan.

Sekretaris Desa Benteng Gajah, Risda, turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi serta kontribusi nyata dari para mahasiswa Unhas tersebut.

"Alhamdulillah, seluruh dari total tujuh program kerja mahasiswa KKN telah tuntas diselenggarakan. Khusus hari ini, tiga materi yang dibawakan sangat informatif dan memberi dampak langsung bagi warga. Isu perubahan iklim yang diusung amat sejalan dengan visi desa kami. Harapannya, luaran dari kegiatan ini bisa memperkuat langkah Benteng Gajah menuju Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari," ungkapnya.

Rangkaian program KKN Tematik 116 Unhas ini diharapkan mampu memperkokoh kapasitas warga dalam merespons ancaman bencana dan dampak perubahan iklim secara mandiri. Data hasil pemetaan yang diserahkan pun diproyeksikan menjadi rujukan strategis bagi pemerintah desa dalam merancang pembangunan daerah yang berbasis mitigasi dan berketahanan iklim. (*)