SOROTMAKASSAR -- MAKASSAR, Mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak hanya bergantung pada mutu proses pembelajaran, tetapi juga ditunjang oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang aman, nyaman, sehat, dan layak. Berangkat dari komitmen tersebut, Kepala UPT SPF SD Negeri Rappokalling 67/1 Makassar, A. Muh. Amir, S.Pd., M.Pd., terus melakukan berbagai pembenahan fasilitas sekolah sebagai upaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik bagi sekitar 390 peserta didik.
Sejak dipercaya memimpin sekolah tersebut, A. Muh. Amir menempatkan pemenuhan hak peserta didik sebagai prioritas utama. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan yang didukung oleh fasilitas yang memadai sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan karakter maupun prestasi akademik.
Berdasarkan hasil pemetaan kondisi sekolah, sejumlah kebutuhan mendesak masih harus segera ditangani. Mulai dari meubelair yang mengalami kerusakan, atap dan plafon yang membutuhkan rehabilitasi, hingga keterbatasan fasilitas sanitasi. Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, pihak sekolah memilih untuk terus bergerak mencari solusi secara bertahap sesuai kemampuan yang dimiliki.
Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan ialah memperbaiki meja dan kursi belajar yang rusak di sejumlah ruang kelas. Perbaikan dilakukan melalui semangat gotong royong dengan memanfaatkan material yang masih layak pakai agar proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan nyaman sambil menunggu bantuan rehabilitasi dari pemerintah.
"Selama masih bisa kami upayakan, kami akan terus berbenah. Anak-anak berhak belajar dalam lingkungan yang nyaman dan aman. Karena itu, kami tidak boleh berhenti mencari solusi meski dilakukan secara bertahap," ujar A. Muh. Amir saat ditemui, Selasa (21/7/2026).
Selain pembenahan meubelair, perhatian juga tertuju pada kerusakan atap dan plafon di lantai dua yang menyebabkan air hujan merembes ke ruang kelas hingga ke lantai bawah. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena berkaitan langsung dengan keselamatan peserta didik serta kelancaran proses pembelajaran, khususnya saat musim hujan.
Sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan, pihak sekolah akan mengajukan dua proposal rehabilitasi kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar. Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi prioritas sehingga peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang lebih representatif, aman, dan sesuai dengan standar pelayanan pendidikan.
Aspek keamanan lingkungan sekolah juga menjadi perhatian. Tembok pembatas yang berbatasan langsung dengan kawasan permukiman padat penduduk dinilai perlu ditingkatkan untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi seluruh warga sekolah. Lingkungan yang aman diyakini menjadi fondasi penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Di sisi lain, persoalan sanitasi masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak. Hingga kini, dengan jumlah sekitar 390 siswa, sekolah belum memiliki fasilitas toilet untuk kebutuhan buang air besar. Akibatnya, peserta didik harus keluar dari lingkungan sekolah menuju masjid ketika membutuhkan fasilitas tersebut. Padahal, sekolah memiliki lahan yang memungkinkan untuk pembangunan toilet yang lebih memadai guna mendukung terciptanya sekolah yang sehat, ramah anak, dan memenuhi standar kebersihan.
Berbagai upaya yang dilakukan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menyurutkan semangat untuk menghadirkan perubahan. Melalui kepemimpinan yang responsif, kepedulian, serta semangat gotong royong, SDN Rappokalling 67/1 Makassar terus berikhtiar menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi generasi penerus bangsa.
A. Muh. Amir berharap perjuangan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Makassar, Dinas Pendidikan, DPRD Kota Makassar, serta seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi semua pihak akan mempercepat terwujudnya sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan berkualitas, sehingga setiap anak dapat menikmati haknya untuk belajar dalam lingkungan yang layak.
"Membangun sekolah bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga membangun harapan bagi masa depan anak-anak. Ketika mereka belajar di lingkungan yang aman dan nyaman, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa," tutup A. Muh. Amir. (*Rz)