SOROTMAKASSAR -- MAROS, Wakil Ketua Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Sulawesi Selatan HM Syarkawi Ramly menyebut Turnamen Domino Silaturahmi yang digelar Liga Mini Domino (LMD) Sport Maros sebagai ruang memperkuat kebersamaan di kalangan pegiat domino sekaligus bentuk penghargaan kepada Sjamsu Abdillah yang akan memasuki masa pensiun sebagai aparatur sipil negara pada awal Juli 2026.
Turnamen yang berlangsung di Biliar "Ta" Nur Jaya Cafe, Bantimurung, Maros, Sabtu (13/6/2026), tersebut menghadirkan 64 pasangan pemain yang mewakili 22 gardu dan komunitas domino dari Maros, Makassar, serta sejumlah wilayah sekitar.
Menurut Syarkawi, antusiasme peserta yang datang dari berbagai komunitas menunjukkan, olahraga domino memiliki daya tarik yang kuat sebagai sarana membangun hubungan sosial dan mempererat persaudaraan.
Ia menegaskan, seluruh peserta diharapkan tetap berpegang pada aturan yang berlaku di lingkungan Pordi dan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Kegiatan yang diprakarsai manajemen LMD Sport Maros di bawah kepemimpinan Sjamsu Abdillah itu turut dihadiri Ketua LMD Sport Makassar Sadar Sandy, Ketua Pordi Maros Andi Sudirman Page, Ketua Pordi Biringkanaya Makassar drg M Saleh, serta sejumlah pimpinan gardu dan komunitas domino dari Maros maupun Makassar.
Ketua Pordi Maros Andi Sudirman Page memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang dinilainya berhasil menghadirkan turnamen dengan persiapan yang matang. Ia secara khusus menilai kerja keras Sjamsu Abdillah bersama tim pelaksana berperan besar dalam kelancaran kegiatan tersebut.
Selain itu, Andi Sudirman menilai fasilitas yang disediakan panitia cukup memadai sehingga mampu menunjang kenyamanan peserta selama mengikuti turnamen.
Ia mengemukakan, permainan domino tidak hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi juga mengandung unsur seni, strategi, dan pengalaman. Karena itu, menurut dia, pembahasan mengenai domino selalu menarik dan memiliki banyak dinamika, baik dalam organisasi maupun di arena pertandingan.
Andi Sudirman juga menjelaskan Pordi Maros selama ini tidak membebankan iuran kepada anggota. Organisasi tersebut, kata dia, juga tidak bergantung pada sponsor dan tidak memungut biaya dalam berbagai layanan organisasi, termasuk pengurusan rekomendasi.
Pada pertandingan final, pasangan Daeng Sarrang dan Yudhi dari Pattottongan Maros keluar sebagai juara pertama. Pasangan Anzar dan A Nawa dari Batangase menempati posisi kedua, disusul Dzoel dan Asis dari Kangen Domino Indonesia Makassar di peringkat ketiga. Sementara itu, pasangan Angga dan Rais dari Bantimurung menutup turnamen dengan meraih posisi keempat. (Hdr)