Mulawarman Minta Nurdin Abdullah Buka Rekaman Agung Sucipto

SOROTMAKASSAR -- Makassar.

Lagi-lagi Mulawarman wartawan senior dan diketahui publik punya hubungan keluarga Jumras yang mantan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel, Selasa (16/07/2019) sore dengan lantang, meminta Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membuka rekaman Agung Sucipto alias Anggu ke publik. 
Menurut Mulawarman, dengan diketahuinya isi rekaman itu ke publik, maka akan ketahuan kalau Irfan Jaya telah memberi kesaksian palsu dibawah sumpah di sidang terhormat Hak Angket DPRD Sulsel.

Dengan rekaman itu, Irfan harus menerima resiko bersumpah dibawah kitab suci Alquran dengan berbohong. Irfan telah membohongi Panitia Hak Angket dan publik atau masyarakat. “Irfan harus meminta maaf pada Anggota DPRD Sulsel,” tegas Mulawarman.

Seperti diketahui keterangan Jumras Senin malam di depan panitia Hak Angket, selain Nurdin Abdullah memperlihatkan surat Anggu dan Feri, dua pengusaha langganan Pemkab Bantaeng, Nurdin Abdullah juga mengaku memegang rekaman percakapan Jumras dengan Anggu, Feri dan Sumardi kakak Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman yang kini menjabat Kadispenda Pemprov Sulsel.

“Buka rekaman itu, agar Jumras bisa dipenjara jika omongan Irfan benar, bahwa Jumras meminta fee 7,5 persen dari proyek yang sekarang ini sudah dikerjakan oleh Anggu dan Feri. Ayo Pak Gubernur buka, sebagai bukti ada pro pada pemberantasan korupsi dan bukti kalau Pak Gub bersih. Bukan sok bersih,” kata Mulawarman.

Mulawarman dengan tegas sangat meminta komitmen Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, yang akan menciptakan pemerintahan yang bersih dibawa kepemimpinannya. Dan komitmen itu, tambah Mulawarman, hendaknya tidak hanya jadi janji dan slogan kampanye di masa Pilkada.

Mulawarman lalu menceritakan, kalau yang mengundang Jumras ke tempat Irfan adalah Sumardi kakak Wagub, dan ketika Jumras tiba di tempat itu, sudah ada Anggu dan Feri, kemudian Sumardi perkenalkan Irfan ke Jumras, kalau tempat itu tempat Irfan keluarganya. “Kata Sumardi ke Pak Jumras, Irfan masih keluarga dekatnya," sambung Mulawarman mengingatkan.

Dikatakan oleh Mulawarman, Irfan Jaya selain berupaya mengaburkan peristiwa sesungguhnya, juga berupaya melindungi Sumardi kakak dari Wakil Gubernur Sulsel, untuk tidak dilibatkan dalam kasus ini. 

Padahal keterlibatannya sangat jelas. Sumardi lah yang menekan Jumras agar proyek itu diberikan ke Anggu dan Feri, karena keduanya telah membantu di Pilgub kemarin.

Jejak digitalnya jelas, ada rekamannya di tangan Gubernur. Dan kalau saja, Gubernur mau membukanya, saya bisa pastikan Hak Angket akan berakhir manis.

Mulawarman mengaku curiga kalau yang merekam pertemuan itu, adalah Irfan, karena Irfan memotret pertemuan itu diam-diam dari luar. Buktinya, foto-foto pertemuan itu telah ditunjukkan oleh Irfan Jaya ke Panitia Hak Angket.

Mulawarman kemudian yakin seyakin-yakinnya, Irfan Jaya ingin lindungi Sumardi. “Saya ditelpon beberapa teman, agar Wagub dan saudara-saudaranya jangan dikait-kaitkan dengan masalah yang dihadapi Gubernur Nurdin Abdullah. Termasuk  Jumras ditelpon oleh saudaranya Sumardi, agar tidak menyebut-nyebut Sumardi kalau beri keterangan di Hak Angket DPRD Sulsel,” pungkas Mulawarman pada wartawan di Warkop Dg Sija. (*)